Ombudsman Aceh: Wajib Tes PCR Naik Pesawat Bikin Susah Rakyat

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin.
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin.
Sumber :
  • Antara/HO-Dok. Istimewa

VIVA – Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin mengkritik kebijakan wajib tes PCR (Polymerase Chain Reaction) kepada calon penumpang pesawat udara. Aturan ini dinilai memberatkan masyarakat.

“Kebijakan ini menyusahkan dan memberatkan rakyat, apalagi bagi orang daerah yang perlu ke Ibu Kota provinsi atau ke Ibu Kota negara Jakarta,” kata Taqwaddin Husin di Meulaboh seperti dilansir dari Antara, Minggu 24 Oktober 2021.

Lokasi tes PCR Drive Thru di Terminal 3 Bandara Soetta.
Photo :
  • AP II

Lokasi tes PCR Drive Thru di Terminal 3 Bandara Soetta.

Baca juga: Hasil Tes PCR di Bandara Soetta Bisa Keluar 3 Jam, Segini Tarifnya

Ia mengatakan kewajiban tes PCR 2x24 jam sebelum berangkat dinilai semakin memberatkan konsumen selaku pengguna jasa pesawat udara. Tentu saja, karena biaya yang harus dikeluarkan oleh calon penumpang mencapai ratusan ribu rupiah.

Apabila tidak melakukan tes, maka masyarakat tidak boleh naik pesawat. Sedangkan biaya PCR, kata Taqwaddin Husin, masyarakat harus membayar dengan biaya mahal.

Bahkan, kata dia, ada rute pesawat yang biaya PCR sama dengan harga tiket pesawat.