Erick Thohir: Digitalisasi Industri Keuangan Harus Jangkau UMKM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Sumber :
  • Humas Kementerian BUMN

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, langkah transformasi digital pada industri keuangan yang diadaptasi BUMN, harus juga menjangkau ekonomi rakyat yang digerakkan oleh sektor UMKM. Hal tersebut diutarakan Erick saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan.

Dengan literasi intensif untuk mengenalkan transformasi dan produk-produk transaksi digital, Erick meyakini, UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional akan lebih berdaya melalui efisiensi proses bisnis dan value baru dari bisnis yang dikembangkan.

"Saya melihat, efisiensi digitalisasi business process yang dilakukan Mantri BRI mampu berperan sebagai tenaga pemasar, sekaligus penasehat keuangan untuk menopang sentra industri Kampung Kain Tenun Tuan Kentang di Jakabaring, Palembang, Sumsel," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Oktober 2021.

Karena itu, Erick pun mengapresiasi langkah BRI dalam transformasi digital ini, dengan cara menjemput bola ke sentra ekonomi rakyat dan juga UMKM. Menurutnya, keberadaan Mantri BRI dengan BRISPOT membantu bisnis proses para pengrajin kain tenun di Kampung Tuan Kentang ini. "Sehingga semua proses transaksi, termasuk pengajuan kredit bisa dilakukan dengan cepat," ujar Erick.

Menteri BUMN Erick Thohir.
Photo :
  • M Yudha P/VIVA.co.id

Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menambahkan, keberadaan BUMN yang dekat dengan rakyat, seperti BRI, telah membantu banyak UMKM dalam kredit mikro produktif dan mengefisienkan proses. Hal ini tak hanya menumbuhkan perekonomian rakyat untuk bangkit di tengah pandemi, tapi juga menaikkan volume transaksi. "Inilah yang ingin kita wujudkan bersama, BUMN dan UMKM-nya sama-sama profit," ujarnya.

Dalam kunker yang didampingi Direktur Utama BRI Soenarso, Erick Thohir juga menyaksikan proses pembuatan kain songket khas Sumsel yang membutuhkan waktu pembuatan tiga sampai enam bulan. Dengan menggunakan bahan-bahan lokal dari Pasar 16 Ilir Palembang, sebanyak 41 pengrajin yang tergabung di UMKM Kain Tenun Tuan Kentang ini berperan besar dalam menjaga perekonomian rakyat tetap bergeliat.