Erick Thohir Dukung Electrifying Agriculture Buatan PLN

Erick Thohir saat melihat program PLN.
Erick Thohir saat melihat program PLN.
Sumber :
  • Dok. PLN

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erik Thohir, mendukung upaya PLN melakukan inovasi dan kegiatan produktif serta modern berbasis pemanfaatan energi listrik.

Salah satunya yakni melalui program Electrifying Agriculture (EA), di mana PLN membawa sektor pertanian nasional menjadi lebih maju dan modern melalui pemberdayaan ekonomi komunitas.

Erick menekankan, hal semacam itu menjadi penting saat ini, karena di tengah kondisi pandemi COVID-19 pemberdayaan ekonomi komunitas diharapkan dapat membantu masyarakat melalui krisis pangan yang telah diprediksi oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Baca juga: Jadi TO Polisi, Waspadai Ciri-ciri dari Praktik Pinjol Ilegal

"Penting sekali dalam situasi pandemi COVID-19, kita jangan terus tertekan atau bertahan, kita harus bangkit," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Selasa 26 Oktober 2021.

Program EA yang diusung PLN menurut Erick sudah sesuai dengan kebijakan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dalam lingkup BUMN yang dituntut untuk semakin efisien. Selain meningkatkan efisiensi, pada tahun ini program TJSL BUMN juga wajib memberikan hasil yang nyata.
   
"Kebijakan TJSL BUMN di 2021 hanya 3 aspek, pendidikan, lingkungan dan UMKM, karena kita harus semakin efisien. Jangan sampai TJSL sekedar memberi namun tidak ada hasilnya," ujarnya.

New PLN Mobile.

New PLN Mobile.

Photo :
  • Dok. PLN

   
Senada, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Muhammad Ikbal Nur menyampaikan, seluruh tujuan TJSL PLN adalah membangun ekonomi komunitas. Di samping itu, PLN berharap masyarakat dapat mengembangkan kegiatan yang produktif sekaligus menjaga lingkungannya.
   
"Buat kami, selain membantu melistriki masyarakat, jika kita mampu mengangkat ekonomi masyarakat pasti akan sangat bermanfaat bagi PLN. Maka dari itu kami memastikan seluruh konsentrasi TJSL PLN harus bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.