Pengamat: Pelita Air Tak Mudah Gantikan Garuda Begitu Saja

Miniatur Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia.
Miniatur Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia.
Sumber :
  • instagram @garuda.indonesia

VIVA – Isu bakal ditutupnya Garuda Indonesia dan digantikan dengan maskapai Pelita Air semakin berhembus kencang. Bahkan, maskapai miliki PT Pertamina itu akan menjadi penerbangan berjadwal dalam waktu dekat ini.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat penerbangan Arista Atmadjati menuturkan apabila Garuda dinyatakan ditutup oleh pemerintah akibat masalah keuangan dan digantikan Pelita Air, maka peluang dan tantangannya akan berbeda.

Menurut dia, posisi Garuda Indonesia tidak mudah digantikan dengan Pelita Air begitu saja. Hal tersebut lantaran Garuda memiliki sarana dan prasarana yang sangat besar, termasuk jumlah dan rute pesawat yang tidak sebanding dengan Pelita Air saat ini.

Kemudian, Pelita Air juga belum memiliki citra perusahaan (branding) sebaik Garuda Indonesia. 

"Perlu waktu bertahun-tahun untuk mendatangkan pesawat dan mengisi penerbangan internasional. Selain itu juga terkait soal branding ini bukan perkara mudah," jelas Arista dikutip dari Antara, Kamis 28 Oktober 2021.

Tak hanya itu, Arista mengungkapkan bahwa organisasi pendukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Garuda saat ini terbilang cukup lengkap, termasuk pendidikan bagi Captain dan Pilot sesuai dengan rating maskapai.

Ilustrasi pesawat Pelita Air Service.

Ilustrasi pesawat Pelita Air Service.

Photo :
  • Dokumentasi Pelita Air Service.

Oleh sebab itu, Arista menyarankan Pelita Air sebaiknya lebih mengisi slot penerbangan perintis atau feeder di sejumlah pulau di seluruh Indonesia saja.

"Pelita ini kan mulainya dari penerbangan charter terus naik kelas ke reguler. Saran saya mengisi rute terbang yang tidak atau belum banyak diisi oleh maskapai lain, seperti yang dulu dilakukan Merpati Airlines," katanya.

Arista menambahkan, selain mengisi slot penerbangan perintis, Pelita Air juga membuka jasa angkutan barang/ kargo dan komoditas perikanan di wilayah Indonesia Timur.

Selain itu, Pelita Air juga dapat memaksimalkan bisnis perawatan dan pemeliharaan pesawat (maintenance). "Peluang Pelita Air memang besar, tetapi tidak tepat jika dihadapkan dengan Garuda Indonesia, Lion Air, atau Citilink yang sudah eksis," ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai berjadwal nasional menggantikan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Persiapan Pelita Air sebagai maskapai berjadwal ini untuk mengantisipasi apabila restrukturisasi dan negosiasi yang sedang dijalani oleh Garuda tak berjalan sesuai rencana. (Ant)