Data Inflasi AS Jadi Sorotan Investor, Rupiah Kian Melemah

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.
Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Kamis, 11 November 2021. Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran atas Rp14.290 per dolar AS pada pagi ini.

Di pasar spot, pada pukul 09.35 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.299 per dolar AS. Melemah 0,32 persen dari penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp14.253.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia terakhir di level Rp14.253 per dolar AS, cenderung menguat dari nilai tengah hari sebelumnya di level Rp14.233.

Tim Ekonom Bank Mandiri mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah masih akan berpotensi melemah sepanjang hari ini. Terutama dipengaruhi oleh sentimen pelaku pasar keuangan terhadap faktor eksternal.

Uang kertas rupiah dan dolar AS.

Uang kertas rupiah dan dolar AS.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

"Dipengaruhi oleh kenaikan indeks USD (DXY) dari 93,36 menjadi 94,1. Hari ini kemungkinan pasar akan merespons data inflasi AS yang menyebabkan naiknya imbal hasil UST (obligasi)," dikutip dari Tinjauan Ekonomi dan Pasar Harian hari ini.

Sentimen negatif disebut-sebut dipicu oleh kenaikan inflasi CPI AS pada Oktober 2021 menjadi 6,2 persen. Lebih tinggi dibandingkan September 2021 yang sebesar 5,4 persen dan konsensus 5,9 persen.