Bus Listrik Damri Jajal Trayek Menuju Bandara Soetta

Bus listrik Damri
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Perum Damri secara resmi meluncurkan uji coba operasional bus listrik yang dilakukan di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Hal ini menjadi salah satu bagian dalam memperingati ulang tahun Damri yang ke-75.

Bea Cukai Lakukan Uji Coba Modul Vehicle Declaration dalam Sistem CEISA 4.0

Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin memastikan, pihaknya sudah mempelajari dan mengkaji penggunaan operasional bus listrik pada trayek reguler dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Untuk memastikan kendaraan tersebut aman dan dapat dioperasikan," kata Setia di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 25 November 2021.

Red Sparks Vs Indonesia All Stars, Megawati Hangestri Tak Masalah Hadapi Rekan Sendiri

Baca juga: Respons Putusan MK, Airlangga: Pemerintah Akan Perbaiki UU Cipta Kerja

Setia menjelaskan, bus listrik yang telah menjajal atau uji coba rute reguler ke Soetta itu merupakan hasil kerja sama dengan PT Energi Makmur Buana, dengan merek Edison Motors. Selain itu, ada pula kerja sama dengan PT Sokonindo Automobile, untuk merek mikro bus DFSK. Keduanya dipastikan telah memenuhi standar kualitas body dan komponen motor listrik, serta baterai yang telah teruji.

PLN Operasikan SPKLU Khusus Angkot Listrik di Kota Bogor

Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Jika seluruh kebijakan terkait kendaraan listrik sudah ditetapkan, maka Damri menurutnya akan siap untuk mengimplementasikannya sejalan dengan keharusan untuk bersikap adaptif atas tantangan masa depan.

"Pengoperasian bus listrik ini adalah wujud komitmen untuk turut serta berkontribusi mencapai target kendaraan listrik berbasis baterai yang mencapai 20 persen populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025, dan penurunan emisi gas buang hingga 29 persen pada 2030," ujarnya.

Setia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan Program Langit Biru yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Program langit biru merupakan program pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama yang bersumber dari kendaraan bermotor dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dan mengurangi emisi gas buang. 

"Damri mulai berinovasi untuk penggunaan alat produksi dengan energi lebih ramah lingkungan, resiliensi, berkelanjutan, inovatif, modern, dan berbasis teknologi mutakhir untuk mendukung konektivitas transportasi darat," kata Setia.

"Damri juga sangat terbuka untuk seluruh operator transportasi yang ingin melakukan kerja sama, untuk penggunaan kendaraan listrik jenis micro bus dan sebagainya," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya