APBD Banyak Parkir di Bank, Giliran Sri Mulyani Sentil Kinerja Pemda

Sri Mulyani, Langkah Awal Pemulihan Ekonomi Indonesia
Sri Mulyani, Langkah Awal Pemulihan Ekonomi Indonesia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA – Di tengah tekanan ekonomi dan upaya pemulihan dari dampak Pandemi COVID-19, ternyata Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih mengalami surplus dan banyak yang hanya terparkir di bank.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi surplus yang terjadi di APBD ini lebih disebabkan tingginya serapan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pusat ketimbang belanjanya.

Sri mengatakan, per 31 Oktober 2021, realisasi pendapatan APBD sebesar 70,2 persen dari total APBD, lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja APBD sebesar 56,4 persen. 

Baca juga: Sisa 2 Bulan, Penerimaan Pajak 2021 Baru Terkumpul 77,6 Persen

"Ini merupakan masalah yang cukup serius, belanja APBD turun 2,21 persen pada saat pemerintah ingin melakukan dukungan terhadap pemulihan ekonomi," kata dia saat konferensi pers, Kamis, 25 November 2021.

Belanja Pemda pun dikatakannya masih didominasi oleh belanja pegawai yang mencapai Rp284,92 triliun. Diikuti belanja barang dan jasa yang tercatat sebesar Rp178,41 triliun.

Sementara itu, belanja pendidikan Rp207,91 triliun, naik 0,6 persen. Sedangkan belanja kesehatan malah turun 1 persen menjadi Rp113,09 triliun dan belanja perlindungan sosial Rp7,25 triliun, turun 27,8 persen.