Produksi Geothermal PGE Meroket, Tumbuh 2,9 Persen dari Target

Ilustrasi/Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Ilustrasi/Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

VIVA – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berhasil melebihi target produksi geothermal Kuartal III 2021. PGE mencatat produksi setara listrik sebesar 3.861 GWh atau lebih tinggi 2,9 persen dari target yaitu sebesar 3.752 GWh.

Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto mengungkapkan pencapaian di atas target tersebut karena pelaksanaan operation excellence yang didukung implementasi Geothermal Integrated Management System. 

Secara rinci, kata dia, Area Geothermal (AG) Kamojang berhasil mencatat produksi setara listrik sebesar 1.463 GWh atau lebih tinggi 11 persen dari target kuartal III 2021 yang sebesar 1.319 Gwh.

Baca juga: 10 Tahun ke Depan, RI Bangun Pembangkit Geothermal 7.000 MW
 
Kemudian, AG Ulubelu mencatat produksi setara listrik sebesar 1.332 GWh atau lebih tinggi 3 persen dari target yang sebesar 1.293 GWh. AG Lumut Balai mencatat produksi setara listrik sebesar 336 GWh atau lebih tinggi 13 persen dari target yang sebesar 381 GWh.

Ahmad menuturkan, selain menjaga pasokan listrik dari pembangkit yang telah dioperasikan saat ini, PGE juga melakukan kajian dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan energi listrik dari wilayah operasi eksisting. 

Area yang menjadi fokus awal dalam kajian ini adalah Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).

“PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi (energy mix) nasional menjadi 23 persen pada 2025 di sektor panas bumi dengan strategi bisnis yang terukur untuk menjadi World Class Green Energy Company. Kedepannya PGE menargetkan untuk mengoperasikan PLTP dengan kapasitas own operation 1,3 Giga Watt (GW) pada 2030,” kata Ahmad dalam keterangannya, Kamis 25 November 2021.