Buruh di Cilegon Yasinan Tolak Kenaikan UMK 2022 Hanya Rp30 Ribu

Buruh di Cilegon gelar yasinan di depan Kantor Wali Kota.
Buruh di Cilegon gelar yasinan di depan Kantor Wali Kota.
Sumber :
  • Yandi D/VIVA.

VIVA – Surat Yasin berkumandang di depan Kantor Wali Kota Cilegon, dengan harapan Helldy Agustian selaku kepala daerah mau menaikkan upah mereka sebesar 13,5 persen pada 2022.

Ratusan buruh di Kota Cilegon itu menolak rekomendasi Helldy yang menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) sebesar 0,71 persen atau hanya Rp30 ribu.

Ngaji Yasin dipimpin Lala Jaelani, selaku korlap aksi dari atas mobil komando. Massa aksi yang lain duduk bersimpuh di jalanan aspal depan Kantor Wali Kota Cilegon.

penetapan upah minimum (ilustrasi)

penetapan upah minimum (ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA/Zabur Karuru

"Yasinan berdoa, siapa tahu Wali Kota dibukakan hatinya. Yasinan biar diberi kemudahan, yang paling penting hak kita di kabulkan melalui perantara Wali kota, melalui rekomendasi," kata Lala Jaelani, selaku korlap aksi, di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Senin, 29 November 2021.

Lala menerangkan, pembacaan surat Yasin dilakukan secara spontan oleh para buruh. Mereka berharap dengan usaha dan doa, bisa membuahkan hasil yang maksimal untuk perjuangannya.

Baca juga: Ada Perusahaan India Ikut Kelola Bandara Kualanamu, KPPU Ingatkan Ini