EMP Yakini Permintaan Energi Fosil Masih Tinggi hingga 2040

Ilustrasi wilayah kerja migas yang dikelola Energi Mega Persada Tbk.
Ilustrasi wilayah kerja migas yang dikelola Energi Mega Persada Tbk.
Sumber :
  • EMP.id

VIVA – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) menilai arah kebijakan transisi energi yang ditempuh Indonesia mampu mengakomodir kebutuhan produksi energi fosil dengan baik sesuai dengan permintaan pasar.

CFO EMP Edoardus Adrianto mengatakan ini karena kebijakan transisi yang ditempuh dilakukan secara bertahap menuju net zero emission pada 2060. Sehingga, cadangan migas yang dieksplorasi tidak terlantar.

"Sehingga cadangan yang dieksploitasi tidak menjadi aset yang terlantar," kata dia di IOG 2021, Rabu, 1 Desember 2021.

Baca juga: Alasan Sektor Energi Dibutuhkan untuk Capai Indonesia Emas 2045

Di sisi lain, dia melanjutkan, sentimen pelaku di sektor minyak dan gas bumi (migas) masih meyakini bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya energi terbaik.

"Termasuk terkait kebijakan energinya dan di sini bahan bakar fosil maupun yang terbarukan bisa coexist bersama-sama," ujarnya.

Secara umum, Edoardus menekankan, pemerintah Indonesia telah dengan baik memadukan kekurangan dari masing-masing sumber energi ini. Apalagi ditambah dengan kebijakan carbon capture and storage (CCS).