5 Koridor BTS Teman Bus di Bandung Beroperasi Akhir 2021, Ini Rutenya

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.
Sumber :
  • Dok: Kemenhub

VIVA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memiliki satu kebijakan untuk mendorong penggunaan angkutan massal di masa depan. Selain itu penggunaan angkutan pribadi juga dapat mulai dibatasi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi untuk menekan besarnya mobilitas masyarakat di daerah itu menggunakan angkutan pribadi. Dengan cara beralih ke layanan Buy The Service (BTS) Teman Bus di kawasan Bandung Raya yang sudah tersedia saat ini.

"Saat ini kita lihat di kota Bandung terutama akhir pekan, karena masyarakat Bandung semakin merasa sulitnya berlalu lintas dalam kegiatan sehari-hari karena macet," ujar Budi dalam Webinar bertajuk Pengembangan Angkutan Massal Berbasis Jalan di Kawasan Perkotaan dengan Skema Buy The Service Bandung Raya, dikutip, Sabtu, 4 Desember 2021.

Terkait dengan BTS Teman Bus di Bandung Raya, menurut Budi, akan hadir dalam 5 koridor. Yaitu 
Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang (Gading Tutuka) dan Koridor 2 Alun-alun Kota Bandung-Stasiun Cimahi-Kota Baru Parahyangan (Padalarang). Kemudian, Koridor 3 Baleendah-BEC, Koridor 4 Leuwipanjang-Dago, serta Koridor 5 Jatinangor-Dipatiukur.

“Tahun ini akan ada beberapa koridor yang difungsikan pada 2021 akhir kemudian akan lanjut di 2022," ungkapnya.

Koridor 2 dan 3 BTS Teman Bus di Bandung menurutnya, secara keseluruhan sudah dilelang dan hadir dengan bus yang 100 persen ramah bagi pengguna kursi roda. Sementara koridor 1, 4, dan 5 yang menjadi potensi penambahan koridor BTS di Bandung tersedia sebanyak 59 unit bus dengan jenis bus besar high deck.

Ilustrasi Kemacetan lalu lintas di Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Ilustrasi Kemacetan lalu lintas di Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Photo :
  • Antara/Agus Bebeng