CNI Tegaskan Data Center Miliknya Normal saat Kebakaran Gedung Cyber

Petugas damkar saat memadamkan api di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Desember 2021.
Petugas damkar saat memadamkan api di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Desember 2021.
Sumber :
  • VIVA/ Andrew Tito.

VIVA – Direktur Utama PT Indonesia Super Corridor (ISC), Benyamin Naibaho mengatakan, kebakaran Gedung Cyber 1 di lantai 2 tak berdampak terhadap seluruh fasilitas Data Center ISC Cyber 1 yang dimilikinya. 

Menurutnya, data center yang berada di lantai 9, tetap bekerja dengan baik. Dan dipastikan tidak mengalami gangguan pada saat kejadian maupun setelahnya.

“Saat kebakaran terjadi di lantai 2 Gedung Cyber 1 berakibat menyebarnya asap ke seluruh koridor gedung Cyber, termasuk koridor lantai 9, tempat di mana Data Center ISC Cyber 1 berada,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Selasa, 7 Desember 2021.

Benyamin menjelaskan, fasilitas data center milik ISC Cyber 1 telah menggunakan teknologi yang mumpuni untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga ketika terjadi musibah kebakaran Gedung Cyber tidak berdampak. 

“Data center yang kami miliki menggunakan sistem pendinginan yang independent dan sistem akses trapped door tahan api. Maka asap tidak masuk ke dalam ruang data center,” kata dia.

Meski demikian, sistem proteksi kebakaran di dalam ruang data center tidak mendeteksi adanya potensi kebakaran. Hal itu dibuktikan dengan system fire protection yang tetap standby dalam posisi normal.

Lebih teknis dia menjelaskan, sistem kelistrikan Data Center ISC Cyber-1 terdiri dari 2 jalur distribusi listrik yang dedicated dan terpisah satu dengan yang lain. Sehingga, meminimalisir risiko yang terjadi.