Erick Thohir Ungkap Pesan Khusus dari Megawati, Ini Isinya

Erick Thohir Menteri BUMN
Erick Thohir Menteri BUMN
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya masih teringat dengan pesan Ketum PDIP bahwa Perusahaan Pelat Merah (BUMN) tidak boleh menjadi gurita yang kepalanya kecil dan kakinya banyak. Tapi, gurita yang sehat itu, kepalanya besar serta kakinya sedikit. 

Erick menyebut, prinsip itulah yang dipegang saat dipercaya menjalankan amanah jabatan di Kementerian BUMN. Pesan Megawati masih jelas diingat oleh Erick.

"Saya ingat betul saat itu. Usai dilantik jadi Menteri BUMN, Bu Mega kasih pesan bahwa BUMN harus jadi gurita yang kepalanya besar dan kakinya sedikit," kata Erick dalam Dialog Kopi Tanah Air PDIP, Senin 17 Januari 2022.

Baca juga: Bareskrim Pelajari Video Diduga Gus Arya Minta Keberadaan Allah

Erick mengejawantahkan pesan tersebut dengan melakukan transformasi di setiap perusahaan BUMN serta mendorong terjadinya ekosistem untuk saling membesarkan. 

Sebab, kata Erick integrasi atau holding sejumlah BUMN memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.  

"Gurita yang sehat Itu yang kepalanya besar, kakinya sedikit, oleh karena itu BUMN bertransformasi mendorong menjadi ekosistem, tidak boleh sendiri-sendiri, harus bergandengan tangan satu dan yang lainnya," ujarnya. 

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Photo :
  • VIVA/ Eduward Ambarita.

Erick juga menyebutkan soal peluncuran Holding Pangan BUMN, yang awalnya 8 Perusahaan, kini menjadi 5. Artinya, BUMN itu mesti lentur karena fungsi BUMN adalah penyeimbang pasar serta mengintervensi pasar ketika pasarnya tidak baik.

Khusus dengan Kopi, Erick telah membentuk project management office (PMO) kopi nusantara. "Kopi merupakan salah satu komoditas Indonesia yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.

Erick menyampaikan PMO kopi nusantara terdiri atas berbagai unsur, mulai dari BUMN seperti PTPN, Perhutani, Pupuk Indonesia, BRI, hingga RNI; swasta yang meliputi common grounds, dua coffe, Stella, Mayora; asosiasi seperti Sustainable Coffee Platform of Indonesia dan Speciality Coffee Association of Indonesia; serta lembaga research and development (R&D) dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan RnD BUMN.