Atur Stok dan Harga Minyak Goreng, Pemerintah Tetapkan DMO dan DPO

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengumumkan, pemerintah mulai memberlakukan penerapan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestik price obligation (DPO) bagi komoditas minyak goreng per hari ini.

Hal itu seiring dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh pemerintah, terkait dengan kebijakan minyak goreng kemasan satu harga yang sebelumnya telah dijalankan dalam beberapa waktu terakhir.

"Mempertimbangkan hasil evaluasi atas kebijakan minyak goreng kemasan satu harga yang telah kami jalankan, maka per hari ini kami akan menerapkan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO)," kata Lutfi dalam telekonferensi, Kamis 27 Januari 2022.

Minyak goreng Rp28 ribu per 2 liter.

Minyak goreng Rp28 ribu per 2 liter.

Photo :
  • VIVA/ Sherly.

Lutfi menambahkan, mekanisme kebijakan DMO atau kewajiban pasokan dalam negeri ini berlaku wajib untuk seluruh produsen minyak goreng yang akan melakukan ekspor komoditas tersebut ke luar negeri.

"Nantinya seluruh eksportir yang akan mengekspor, wajib memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20 persen dari volume ekspor mereka masing-masing di tahun 2022," ujarnya.

Lutfi menjelaskan, saat ini kebutuhan minyak goreng nasional adalah sebesar 5,7 juta Kiloliter (KL), yang terdiri dari kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan industri.