Bank Ini Proses Kilat Pengajuan KTA dengan Syarat PerduliLindungi

Ilustrasi perhitungan kredit.
Ilustrasi perhitungan kredit.
Sumber :
  • Pixabay/Stevepb

VIVA – Bank swasta nasional PT Bank Oke Indonesia Tbk atau OK Bank, menyediakan layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) di wilayah Jabodetabek. Layanan KTA dari OK Bank ini bisa diakses dengan proses yang sangat mudah dan cepat.

Program KTA terbaru OK Bank itu adalah KTA Speed Rp10 juta, yang diluncurkan untuk terus mendukung program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi COVID-19. Produk ini dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pengajuan kredit bagi kalangan milenial dan juga kalangan pekerja di Indonesia.

"Nasabah maupun calon nasabah tidak perlu repot-repot melampirkan slip gaji atau pun surat keterangan kerja. OK KTA hanya mensyaratkan cukup melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), BPJS Ketenagakerjaan dan referensi aplikasi Peduli Lindungi," ujar Sales Planning Retail OK Bank Kristo, dikutip dari keterangannya, Kamis, 10 Maret 2022.

"Kami memastikan mereka juga sudah mendapatkan vaksin kedua dengan tujuan untuk mendorong program pemerintah dalam mempercepat pemerataan vaksinasi di Indonesia" paparnya.

OK Bank.

OK Bank.

Photo :
  • Dokumentasi Bank Oke.

Dia menegaskan, OK Bank dengan kemudahan dan akses yang cepat ini, dapat menjadi salah satu booster dalam mempercepat pemerataan ekonomi. Terutama, pada masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Menurutnya, program OK KTA memfasilitasi kredit mulai dari Rp3 juta sampai Rp200 juta yang bisa didapat dalam waktu kurang dari 5 menit. Dengan suku bunga kompetitif, mulai dari 0,89 persen. 

"Harapannya program ini akan dapat membantu mendorong masyarakat bisa membangun atau melanjutkan bisnis. Sehingga dapat kembali bangkit dari tekanan pandemi," tambahnya.

Terlepas dari persyaratan yang mudah dan proses yang cepat, keamanan data masyarakat juga menjadi perhatian utama. Perseroan sudah bekerjasama dengan sejumlah partner Inovasi Keuangan Digital yang terdaftar OJK agar terhindar dari adanya resiko cyber dan financial crime.