Wapres: Air Bersih Penentu Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Wapres Ma'ruf Amin di Asia International Water Week ke-2 di Labuan Bajo, NTT.
Wapres Ma'ruf Amin di Asia International Water Week ke-2 di Labuan Bajo, NTT.
Sumber :
  • VIVA/Dusep Malik

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat adalah penentu dari suksesnya pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dan juga dunia.

Sebab, menurut Wapres air merupakan sumber daya alam yang sangat mendasar untuk topang kehidupan manusia. Ketersediaan air juga lanjut dia penentu pembangunan seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dunia.

"Seiring pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, penggunaan air pada abad ke-21 ini meningkat dua kali lipat dari penduduk, sehingga terjadi kesenjangan dan terjadinya krisis air yang serius disejumlah wilayah dunia," jelas Wapres Ma'ruf Amin dalam pembukaan Asia International Water Week (AIWW) ke-2, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin 14 Maret 2022.

Baca juga: Bahas Krisis Air, PUPR dan AWC Gelar Asia International Water Week

Wapres mengungkapkan, meski 70 persen dunia di kelilingi air, tapi hanya 13 persen saja air bersih bisa didapatkan. Sehingga, ada lebih dari 2 miliar penduduk hidup dengan persediaan air bersih yang tidak mencukupi.  

Sementara, untuk kawasan asia pasifik, Ma'ruf mencatat hanya punya sumber air bersih sebesar 36 persen dan menjadi yang terendah berdasarkan per kapitanya.

Tak hanya itu, Wapres juga menekankan ketersediaan air bersih menjadi semakin menantang, mengingat permintaan air bersih meningkat selama pandemi COVID-19 hingga 3 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi dengan total konsumsi 900-1.400 liter per hari.

Asia International Water Week, Labuan Bajo, NTT.

Asia International Water Week, Labuan Bajo, NTT.

Photo :
  • Dok. Kementerian PUPR

Untuk itu, lanjut Wapres, kompleknya Sumber Daya Alam tersebut perlu sebuah kebijakan multisektor dan instansi, dengan menciptakan manajemen Sumber Daya Manusia yang terintegrasi.

Dan diharapkan dari AIWW kedua di Labuan Bajo ini dapat hasilkan formulasi dari permasalahan air di kawasan kita (Asia Pasifik). Dan berharap Indonesia ke depan bisa menjadi tuan rumah World Water Forum pada 2024.