Harga Sawit Makin Anjlok, Petani Terpaksa Jual Rugi

Petani sawit saat panen di OKU Selatan.
Petani sawit saat panen di OKU Selatan.
Sumber :
  • tvOne/Fellia Salani.

Kondisi ini juga yang memaksa para pekebun sekarang, terpaksa tetap ikut jual murah. Ketika masa panen tiba, buah-buah sawit ini biasanya langsung akan dipanen oleh para pengepul yang sudah biasa membeli.

"Kalau seperti kami ini kan sistemnya 50:50 dengan pengurus kebun. Belum dipotong kebutuhan pupuk, racun rumput, dan keperluan pengelolaan kebun. Estimasi kita cuma terima hasil 1/3. Hitungannya tidak balik modal dengan biaya urus selama ini," ujarnya.

Ekspor Dilarang, Harga Minyak Goreng Tetap Mahal

Murahnya harga sawit ini juga diharapkan seluruh petani bisa diatasi pemerintah. Karena jika melihat efek dari larangan ekspor pemerintah ini, hanya masih terasa berimbas pada pekebun sawit. Karena harga jual buah sawit yang rendah.

"Tetapi harga untuk minyak gorengnya sendiri, sampai dengan saat ini masih mahal. Walaupun ekspor dilarang, minyak goreng masih tidak turun masih saja di harga Rp25 rb/liter. Jadi, masyarakat tetap susah, pekebun sawit juga susah," timpal Ariansyah, salah satu pekebun sawit lainya.

Laporan: tvOne/Fellia Salani