Basis Pajak di Indonesia Harus Diperluas, Insentif Dinilai Tak Perlu

Ilustrasi pembayaran pajak.
Ilustrasi pembayaran pajak.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Basis pajak di Indonesia harus diperluas. Sebab, pembayar pajak di Indonesia dinilai masih cukup rendah dibanding jumlah penduduk.

Demikian diungkapkan Pakar Perpajakan, Prof Victor Van Kommer dari International Bureu of Fiscal Documentation (IBFD).

"Indonesia harus memperluas basis pajak, dalam hal ini ialah menggali Tax Payer. Jumlah pembayar pajak masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan rakyat Indonesia," ujarnya dalam kuliah umum yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Administrasi Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI seperti dikutip Jumat, 20 Mei 2022.

Prof Victor Van Kommer dari International Bureu of Fiscal Documentation (IBFD).

Prof Victor Van Kommer dari International Bureu of Fiscal Documentation (IBFD).

Photo :
  • Istimewa

Menurut Victor, pemberian insentif pajak sebenarnya tidak perlu dilakukan karena para investor akan tetap berinvestasi di Indonesia tanpa adanya insentif pajak. 

"Indonesia kaya akan sumber daya alam, sumber daya manusia yang cakap dan relatif murah serta pangsa pasar yang sangat besar," katanya.

IBFD merupakan Lembaga Riset Bergengsi dikenal dengan hasil riset yang menjadi referensi bagi otoritas pajak di dunia.