Kemasan AMDK Bakal Dilabeli BPA, Pengusaha Diminta Inovatif

Ilustrasi galon.
Ilustrasi galon.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Pengusaha air minum dalam kemasan (AMDK) galon menegaskan akan merespons dengan kreatif dan inovatif menghadapi rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan aturan pelabelan potensi bahaya BPA

Manajer Regional PT Sariguna Primatirta Tbk, produsen galon Cleo, Yohanes Catur Artiono mengungkapkan, rencana pelabelan itu, justru harus menjadi tantangan bagi para pelaku usaha AMDK untuk berinovasi memperbaiki produknya ke arah kemasan bebas BPA.

“Kami sudah sejak lama memproduksi galon non-polikarbonat dan mencantumkan label BPA Free. karena kami sudah mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan kesehatan di masa depan," Kata Yohanes dikutip dari keterangannya, Jumat, 20 Mei 2022.

Sebagai informasi, BPA sendiri merupakan bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan galon plastik keras. Ratusan publikasi ilmiah menyebut paparan BPA pada kemasan kontak pangan antara lain bisa menyebabkan gangguan hormonal yang mengarah kepada kemandulan dan juga kanker.

Pada November 2021, BPOM merilis rancangan perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Salah satu pasal di dalamnya mewajibkan pencantuman tulisan 'Berpotensi Mengandung BPA' pada label AMDK kemasan galon polikarbonat atau plastik keras.

Air kemasan galon guna ulang.

Air kemasan galon guna ulang.

Photo :
  • Istimewa

Yohanes pun mengimbau pengusaha AMDK tidak melihat rencana BPOM itu sebagai momok menakutkan. Apalagi, sebenar aturan ini menyasar produk-produk AMDK galon polikarbonat yang paparan BPA-nya melebihi batas aman yang ditentukan oleh BPOM.