Beli Minyak Goreng Bakal Ditanya KTP

Arsip Foto - Pedagang menyusun minyak goreng kemasan di salah satu toko sembako.
Arsip Foto - Pedagang menyusun minyak goreng kemasan di salah satu toko sembako.
Sumber :
  • ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, akan ada syarat bagi masyarakat untuk membeli minyak goreng di pasaran adalah dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Hal itu merupakan bagian dari upaya pemerintah, dalam menjaga agar distribusi minyak goreng bisa sampai kepada masyarakat yang dituju atau tepat sasaran.

"Distribusi pasar juga akan menggunakan sistem pembelian yang berbasis KTP. Tentu target pembelian diharapkan bisa tepat sasaran," kata Airlangga dalam telekonferensi, Jumat 20 Mei 2022.

Airlangga menambahkan, dalam upaya pemerintah menjaga agar tidak kembali terjadi kelangkaan minyak goreng, maka jumlah Domestic Market Obligation (DMO) juga akan tetap dijaga sebesar 10 juta ton.

"Yang terdiri dari delapan juta ton minyak goreng dan cadangan sebesar dua juta ton," ujarnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Photo :
  • istimewa

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan menetapkan jumlah besaran DMO yang harus dipenuhi oleh masing-masing produsen.