Pemerintah Luncurkan Lagi Program Keringanan Utang 2022, Ini Syaratnya

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban.
Sumber :
  • Tangkapan layar/Anisa Aulia

VIVA – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, kembali meluncurkan program Keringanan Utang untuk debitur kecil pada tahun ini. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban menjelaskan, program ini dimulai sejak diundangkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.06/2022 tanggal 22 Februari 2022.

"Dengan tujuan mendukung percepatan pemulihan ekonomi," kata Rionald saat ditemui di kantornya, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 23 Mei 2022.

Dia pun merinci debitur kecil dalam kategori program keringanan utang tersebut, dengan kriteria pertama yakni debitur yang menjalankan Usaha Mikro, Kecil, atau Menengah (UMKM) dengan pagu kredit paling banyak Rp5 miliar. 

Baca juga: Perumnas Tawarkan Hunian Rp168 Juta Cicilan Sejuta, Ini Lokasinya

Kedua, debitur penerima kredit pemilikan rumah sederhana/rumah sangat sederhana (KPR RS/RSS) dengan pagu kredit paling banyak Rp100 juta, dan ketiga debitur dengan sisa kewajiban sebesar Rp1 miliar.

"Debitur dengan kriteria dimaksud dapat mengajukan keringanan utang apabila kepengurusan piutangnya telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) dan telah diterbitkan Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) sampai dengan 31 Desember 2021," ujarnya.

Debitur dengan kriteria di atas dapat mengajukan permohonan keringanan utang secara tertulis kepada DJKN, melalui Kantor Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) terdekat.