Menteri BUMN Bakal Revitalisasi Aset di Kota Tua Seperti Sarinah

Menteri BUMN Erick Thohir di Kota Tua.
Menteri BUMN Erick Thohir di Kota Tua.
Sumber :
  • KBUMN.

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan merevitalisasi Kota Tua agar lebih bermanfaat dan lebih maksimal. Termasuk beberapa gedung milik BUMN yang terdapat di kawasan tersebut.

Dia mengatakan, perubahan pada kawasan seluas 1,3 km persegi yang disebut Batavia Lama (Oud Batavia) itu, akan dilakukan sebagaimana yang terjadi pada Gedung Sarinah di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

"Aset-aset bersejarah ada yang sudah dimanfaatkan dengan baik, seperti PosBloc (Gedung Filateli Pos) di Pasar Baru untuk UMKM, produk lokal, seni dan budaya," kata Erick dalam keterangannya, dikutip Senin 27 Juni 2022.

Baca juga: Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Belum Ada Sosialisasi

Menteri BUMN Erick Thohir di Kota Tua.

Menteri BUMN Erick Thohir di Kota Tua.

Photo :
  • KBUMN.

Erick meyakini bahwa di kawasan Kota Tua sendiri masih banyak aset BUMN, beserta gedung-gedung lainnya, yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya jika sudah dibenahi.

"Gedung-gedung milik BUMN seperti Bank Mandiri, Jasindo, Kerta Niaga, atau Cipta Niaga, masih belum maksimal penggunaannya," ujarnya.

Erick mengatakan, upaya revitalisasi kawasan Kota Tua itu akan dilakukan dengan merujuk pada renovasi Gedung Sarinah yang dilakukan oleh Kementerian BUMN sebelumnya.

Sehingga, Gedung Sarinah yang berdiri sejak 15 Agustus 1966 itu, bisa disulap menjadi pusat perbelanjaan berstatus cagar budaya, dengan konsep urban forest yang mengutamakan outdoor space di jantung ibu kota.

Karenanya, Erick pun ingin Kota Tua juga mengalami transformasi serupa. Terlebih, nilai historis Kota Tua jauh lebih kental, seiring dengan pembentukan kota Jakarta sebagai ibu kota negara.

"Jika Sarinah mampu kita ubah, Kota Tua juga harus bisa. Jika Sarinah kini menjadi daya tarik dan ikon baru Jakarta, maka Kota Tua akan hadir dengan impresi berbeda, namun memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat," kata Erick.

"Karena (di Kota Tua nanti) juga akan ada UMKM, produk lokal, dan pentas seni dan budaya. Apalagi, tak jauh dari sini ada eks Gedung Arsip Nasional. Insya Allah, tahun depan kita akan coba sinergikan dengan pembangunan kota tua secara menyeluruh," ujarnya.