Redistribusi Pupuk Subsidi Mulai Juli 2022, Pemerintah Diingatkan Ini

Pupuk bersubsidi Kementan.
Pupuk bersubsidi Kementan.
Sumber :

VIVA – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa saat ini dunia menghadapi tantangan yang sangat berat. Mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, dan stabilitas keuangan yang semakin sulit.

Hal itu ditegaskannya pada side event KTT BRICS High Level Dialogue on Global Development, Jumat, 26 Juni lalu. Sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan.

“Kita harus bertindak sekarang agar tidak terjadi dekade pembangunan yang hilang,” kata Jokowi kala itu.

Terkait tantangan ketahanan pangan dan stabilitas keuangan, sesuai rekomendasi Panja Pupuk Komisi IV, per 1 Juli 2022 rencananya akan melakukan kebijakan redistribusi pupuk bersubsidi.

Kebijakan ini akan memfokuskan pada pupuk Urea dan NPK yang selama ini banyak digunakan para petani. Khususnya, pada pangan pokok dan komoditas strategis pertanian yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap laju inflasi.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan, pupuk bersubsidi tetap diberikan kepada petani. Produksi pangan nasional diperkirakan makin stabil seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk mengamankan pasokan pupuk bersubsidi.

"Apalagi subsidi pupuk adalah bagian dari mekanisme untuk mewujudkan keadilan sosial sesuai amanat konstitusi," jelasnya di Jakarta, dikutip Senin, 27 Juni 2022.