Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg, Ini Kata Mentan

Pedagang cabai di pasar tradisional. (Ilustrasi)
Pedagang cabai di pasar tradisional. (Ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

VIVA Bisnis – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka suara terkait naiknya harga cabai yang mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg). Penyebab kenaikan itu karena menjelang hari raya Idul Adha, kondisi cuaca, dan serangan hama.

Pada beberapa waktu terakhir, harga pangan di Indonesia mengalami kenaikan harga, yang mana salah satunya terjadi pada cabai. Di beberapa daerah di Tanah Air harga cabai tembus sebesar Rp100 ribu per kg.

"Memang ada dinamika harga menjelang hari raya Idul Adha. Dan ini adalah momentum yang terjadi setiap tahun, Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan tahun baru,” kata Syahrul dari keterangannya dikutip, Senin 4 Juli 2022.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 4 Juli 2022: Global dan Antam Turun

Syahrul menjelaskan, selain faktor menjelang Idul Adha gejolak harga cabai juga dipengaruhi oleh kondisi anomali cuaca dan serangan hama penyakit yang massif. Sehingga dengan itu membuat hasil panen petani tidak optimal.

Kemudian, dari dibukanya PPKM jelasnya kebutuhan horeka (sektor industri makanan) turut meningkatkan permintaan cabai.

Adapun berdasarkan data ketersediaan cabai, untuk produksi cabai besar nasional Juni 2022 sebesar 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton. Sedangkan kebutuhannya diperkirakan 76.317 ton sehingga neraca cabai besar surplus 1.723 ton.

Hal yang sama juga terjadi pada cabai keriting, ada surplus 1.403 ton karena kebutuhan nasional bulan Juni diperkirakan 72.159 ton.

"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," jelasnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Photo :

Sementara itu, berdasarkan data early warning system (EWS) Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.

Sebab produksi cabai besar dan rawit Juni, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. Untuk Juli, produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Lebih lanjut Syahrul menjelaskan, dari kenaikan harga cabai di sisi lain juga berdampak terhadap pendapatan para petani.

"Tadi ada yang membahagiakan, ternyata dari kenaikan yang ada, petani juga turut menikmati. Jadi jangan sampai hanya pedagang saja. Tentu konsumen juga harus kita perhatikan bersama juga," ujarnya.