Gedung di UIN Sunan Kalijaga Ini Juga Dibangun Pakai Sukuk Negara

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Phil Al Makin (kiri) saat meresmikan pembangunan Gedung Kuliah Bersama UIN Sunan Kalijaga yang dibiayai SBSN atau Sukuk Negara.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Phil Al Makin (kiri) saat meresmikan pembangunan Gedung Kuliah Bersama UIN Sunan Kalijaga yang dibiayai SBSN atau Sukuk Negara.
Sumber :
  • Antara

VIVA Bisnis – Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara meresmikan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu FEB Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Jumat 8 Juli 2022. Gedung ini dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau disebut juga Sukuk Negara.

Suahasil sekaligus memberikan kuliah umum di sana yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Yogyakarta. Dalam kuliah umum tersebut, Wamenkeu menyinggung peran APBN yang sentral sebagai intrumen keuangan negara ketika menghadapi pandemi dan krisis. Terutama menjadi bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak. 

"Ada kelompok masyarakat yang secara ekonomi akan sangat terpengaruh karena pandemi, maka negara harus hadir. Untuk itu, pemerintah menjalankan program pemulihan ekonomi nasional, yang isinya adalah perlindungan sosial dalam skala besar," kata Wamenkeu dalam Kuliah Umum di UIN Sunan Kalijaga.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Photo :
  • istimewa

Ia menjelaskan, Kemenkeu tidak pernah melakukan belanja negara untuk perlindungan sosial yang sedemikian besar seperti dua tahun terakhir. Taitu, mencapai Rp216,6 triliun untuk 2020 dan Rp167,72 untuk 2021.

Selain menjadi instrumen perlindungan sosial, Wamenkeu juga menyebut APBN turut menjadi penggerak ekonomi melalui belanja negara. 

"Ketika penerimaan negara turun karena Covid-19, belanja negara tidak boleh ikut turun. Pembangunan prioritas tetap berlanjut, karena itu bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat," katanya..