Gedung di UIN Sunan Kalijaga Ini Juga Dibangun Pakai Sukuk Negara

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Phil Al Makin (kiri) saat meresmikan pembangunan Gedung Kuliah Bersama UIN Sunan Kalijaga yang dibiayai SBSN atau Sukuk Negara.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Phil Al Makin (kiri) saat meresmikan pembangunan Gedung Kuliah Bersama UIN Sunan Kalijaga yang dibiayai SBSN atau Sukuk Negara.
Sumber :
  • Antara

Kedua, pembangunan Underpass NYIA yang menggunakan pembiayaan dari Sukuk Negara sebesar Rp 293 miliar. Pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka. Keberadaan underpass baru tersebut juga untuk menunjang lalu lintas kendaraan menuju Bandara NYIA, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata di wilayah Yogyakarta.

Ketiga, Pembangunan Gedung Utara FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan total Rp121,97 miliar. Dari pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan dan mutu pendidikan perguruan tinggi di Indonesia, serta mewujudkan pembangunan sarana pendidikan untuk pengembangan kapasitas, peningkatan akses, dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam penutupnya, Wamenkeu berkomitmen untuk terus menggunakan APBN untuk kemaslahatan masyarakat luas, di mana tujuan akhirnya adalah kesejahteraan bersama.

"Kami senantiasa menjaga APBN agar siap siaga dipakai untuk mengantisipasi situasi seperti tahun 2020. Karena ini merupakan mandat dari masyarakat," tuturnya.