Data Inflasi AS Rendah Picu Rupiah Menguat Pagi Ini 

Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta.
Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

VIVA Bisnis – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot menguat pada perdagangan Kamis pagi 11 Agustus 2022. Terpantau pukul 09.11 WIB rupiah menguat sebesar 55 poin atau 0,36 persen ke posisi Rp14.815 per dolar AS, dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp14.870 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terakhir atau kemarin sore, mematok rupiah di angka Rp14.875 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini akan menguat. Hal itu karena rilis data inflasi konsumen AS Juli yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, 8,5 persen vs 9,1 persen. 

Baca juga: IHSG Ditopang Kinerja Emiten dan Capital Inflow, Ini Saham Pilihannya

"Penurunan inflasi ini memperbesar kemungkinan the Fed tidak lebih agresif menaikan suku bunga di bulan-bulan mendatang," kata Ariston kepada VIVA Bisnis, Kamis 11 Agustus 2022. 

Ariston mengatakan, untuk sentimen pasar terhadap aset berisiko juga terlihat positif pagi ini. Di mana indeks saham Asia dibuka menguat.

Namun, di sisi lain salah satu petinggi the Fed, Neel Kashari memberikan respons bahwa inflasi AS yang turun ini tidak menghalangi niat the Fed untuk menaikan suku bunga acuannya ke depan.

Rupiah Menguat

Rupiah Menguat

Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

"Neel mengungkapkan bahwa the Fed menginginkan angka inflasi di 2 persen. Jadi pertimbangan pejabat the Fed ini mungkin bisa menahan penguatan rupiah," jelasnya.

Adapun potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini ada di arah Rp14.830. Sedangkan potensi resisten di kisaran Rp14.900.