Luhut: Presiden Mungkin Umumkan Kenaikan Harga BBM Pekan Depan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya/tangkapan layar

VIVA Bisnis – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan kemungkinan bahwa Presiden Jokowi akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi seperti solar dan pertalite pada pekan depan.

Hal itu diutarakannya saat memberikan kuliah umum di hadapan para mahasiswa dan staf pengajar Universitas Hasanuddin, Makassar, dengan tema 'Visi Maritim 2045'.

Jika keputusan ini diambil oleh pemerintah, Luhut berharap bahwa masyarakat bisa bersiap menghadapi kenaikan harga Pertalite dan solar tersebut. Sebab, subsidi BBM yang saat ini sudah mencapai Rp502 triliun lebih, dinilai benar-benar sangat membebani APBN.

"Mungkin minggu depan Presiden Jokowi akan mengumumkan mengenai kenaikan harga ini," kata Luhut dalam telekonferensi, Jumat 19 Agustus 2022.

Luhut Sebut Harga BBM Indonesia Termurah di Kawasan 

Pertalite raib di sejumlah SPBU di Jabodetabek.

Pertalite raib di sejumlah SPBU di Jabodetabek.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi sendiri telah mengisyaratkan bahwa harga BBM Indonesia, sebagai harga BBM yang termurah di kawasan, tidak bisa terus-terusan dipertahankan dengan subsidi yang sudah makin membesar tersebut.

"Jadi Presiden Jokowi sendiri sudah mengindikasikan bahwa tidak mungkin kita pertahankan (harga BBM subsidi) demikian, karena harga BBM kita termurah sekawasan dan itu adalah beban untuk APBN," ujarnya.

Luhut mengakui jika keputusan ini tidak mudah diambil oleh pemerintah. Sebab, menaikkan harga BBM di tengah kondisi ekonomi saat ini, merupakan kebijakan yang dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Dengan naiknya harga BBM dipastikan bahwa inflasi akan terdongkrak, daya beli masyarakat tertekan, dan perekonomian nasional berisiko melemah. Namun, lanjut Luhut, keputusan itu tetap harus diambil oleh pemerintah. Karena, beratnya beban APBN yang harus ditanggung untuk menyubsidi BBM, dinilai sudah tidak memungkinkan.

"Jadi (subsidi energi mencapai Rp 502 triliun) itu tidak bisa kita pertahankan lagi," ujarnya.

Pertalite Bakal Naik Jadi Rp 10.000 per Liter?

Warga antre beli Pertalite di Pom Bensin Pertamina

Warga antre beli Pertalite di Pom Bensin Pertamina

Photo :
  • VIVA / Andrew Tito (Jakarta)

Ramai kabar yang menyebutkan bahwa harga Pertalite akan naik sebesar Rp 2.350 menjadi Rp 10.000 per liter. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting buka suara terkait hal tersebut

"Sementara kami masih menunggu arahan dari pemerintah, karena penentuan harga merupakan kewenangan dari regulator," kata Irto saat dihubungi VIVA.

Irto mengaku belum bisa berbicara banyak terkait hal itu. Karena, pihaknya sampai saat ini juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah kepada Pertamina. Untuk itu, dia hanya bisa menegaskan bahwa untuk untuk saat ini harga Pertalite masih tetap seharga Rp 7.650 per liter.

"Saat ini harga Pertalite masih tetap Rp 7.650 sebagaimana ditentukan pemerintah," ujarnya.