OJK: Restrukturisasi Kredit Bank Turun Jadi Rp 560 Triliun

Ilustrasi aktivitas perbankan
Ilustrasi aktivitas perbankan
Sumber :
  • U-Report

VIVA Bisnis – Restrukturisasi kredit perbankan yang terdampak COVID-19 menurun di Juli 2022 menjadi Rp 560,41 triliun. Demikian diutarakan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

Dijelaskannya, OJK sempat mencatat restrukturisasi kredit mencapai angka tertinggi yaitu sebesar Rp 830,47 triliun pada Agustus 2020 atau saat krisis COVID-19.

"Nah, per Juli tahun ini restrukturisasi kredit COVID-19 tersebut telah turun menjadi sebesar Rp 560,41 triliun. Menurun dibandingkan Juni tahun 2022 dibandingkan kalau per bulan yang sebesar Rp 576,17 triliun," ujar Dian dalam konferensi pers, Selasa 6 September 2022.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

Photo :
  • VIVA/Anisa Aulia

Ia menjelaskan, ini menunjukkan bahwa hampir 40 persen dari restrukturisasi kredit akibat dampak COVID-19 telah kembali sehat atau pulih. "Seiring dengan hal tersebut jumlah debitur yang mendapatkan restrukturisasi COVID-19 juga menunjukkan penurunan menjadi 2,94 juta debitur per Juli 2022," jelasnya.

Dian menjelaskan, di Agustus 2020 merupakan punca restrukturisasi dalam hal ini angka debitur mencapai 6,84 juta.

"Ini sangat-sangat luar biasa signifikan penurunan dari aspek debitur maupun angka restrukturisasi," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title