Layanan Terintegrasi yang Bisa Genjot Ekspor Komoditas Pertanian

Ilustrasi Ekspor-Impor
Ilustrasi Ekspor-Impor
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Bisnis – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Bambang mengatakan, pihaknya menerapkan sistem layanan terintegrasi untuk mendukung program pemerintah dalam menggenjot ekspor komoditas pertanian. Layanan teritegrasi, termasuk dengan instansi eksternal, itu dilakukan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan).

"Dengan layanan terintegrasi, kami berharap makin banyak minat pelaku usaha dan calon eksportir yang berinvestasi di bidang pertanian," kata Bambang, Jumat 30 September 2022.

Ilustrasi kegiatan ekspor impor.

Ilustrasi kegiatan ekspor impor.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Bambang menambahkan, layanan satu pintu bernama IQFAST (Indonesian Quarantine Full Automation System) itu merupakan layanan terintegrasi yang memungkinkan interkoneksi dan interoperabilitas semua jenis layanan karantina, baik internal maupun eksternal. Bahkan, IQFAST kini telah terintegrasi dengan portal Indonesia National Single Window (INSW). 

Bambang menjelaskan, IQFAST membuat layanan ekspor/impor komoditas pertanian lebih mudah dan efisien bagi pelaku usaha serta calon peminat usaha. Tujuannya, kata dia, untuk meningkatkan pelayanan sekaligus upaya optimalisasi pengawasan. Pelayanan menjadi lebih cepat.

Sistem ini telah diimplementasikan di 11 pelabuhan impor dan 4 pelabuhan ekspor. Upaya ini, kata Bambang, untuk mendorong pertumbuhan dan akselerasi ekspor produk pertanian di seluruh provinsi Indonesia.  

Foto udara kondisi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin, 23 Mei 2022.

Foto udara kondisi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin, 23 Mei 2022.

Photo :
  • ANTARA/Aji Styawan