Wamen Tiko Ungkap Cara RI Jadi Ekonomi Digital Terbesar di ASEAN 2030

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA Bisnis – Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menegaskan bahwa Indonesia diproyeksikan akan menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2030. Kala itu RI berkontribusi hingga Rp 4,531 triliun.

Hal tersebut ditegaskan Kartika saat menghadiri Dentsu Connect di Jakarta. Penegasan itu sejalan dengan tema Dentsu Connect 2022 yaitu The Era of Connected Universe, yang mengulas bagaimana saat ini BUMN berupaya untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui digitalisasi.

“Saat ini kami senang meng-create konsumen baru melalui digital platform. Salah satu platform yang kami kembangkan saat ini adalah Superapp Livin by Mandiri. Dukungan OJK untuk membolehkan aplikasi ini menawarkan multi product menjadikan Livin by Mandiri salah satu superapp dengan fungsi dan konsep yang unik,” ujar Wamen BUMN II yang akrab disapa Tiko, dikutip Selasa, 4 Oktober 2022.

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo (Kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmojo (Kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir

Photo :
  • Sherly/VIVAnews

Ia juga menekankan bagaimana BUMN saat ini membuka peluang bagi para brand untuk menjual dan mengiklankan produknya melalui aplikasi Livin. Selain aplikasi Livin, beberapa aplikasi lainnya seperti Ferizy, KAI Access, PLN Mobile, My Pertamina, My Telkomsel, Peduli Lindungi, juga menjadi wujud dukungan BUMN untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi tanah air melalui digitalisasi.

Di sisi lain, transformasi digital telah menjadi pusat perhatian sebagai salah satu dari tiga pilar prioritas Kepresidenan G20 Indonesia, yang menggarisbawahi potensi ekonomi digital dalam waktu dekat.

Sejalan dengan visi tersebut, Tiko menjelaskan, berbagai inovasi Kementerian BUMN yang tak hanya pada pengembangan Superapp, tetapi juga mendukung kemudahan akses internet masyarakat di wilayah 3T. Dia mencontohkan, hal ini diimplikasi pada upaya Telkomsel yang telah memperluas pembangunan tower-nya hingga mencapai 44.206 tower di seluruh Indonesia.