Perpres EBT Terbit, Kementerian ESDM Harap Investasi Tumbuh

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA Bisnis – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai melakukan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik (Perpres EBT).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan, tujuan Perpres EBT ini secara spesifik adalah supaya Indonesia mempunyai kebijakan harga EBT yang cukup jelas, yang diatur secara langsung oleh Presiden.

"Dimana selama ini pengaturan harga (EBT) tersebut masih berada di level Peraturan Menteri ESDM," kata Dadan dalam telekonferensi, Jumat 7 Oktober 2022.

Presiden Joko Widodo memperhatikan turbin kincir angin usai meresmikan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan

Presiden Joko Widodo memperhatikan turbin kincir angin usai meresmikan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan

Photo :
  • ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Dengan adanya Perpres EBT ini, Dadan berharap investasi hijau atau green investment akan semakin tumbuh. Baik itu dari sisi pembangkit green energy-nya, maupun dari sisi aspek turunannya. 

"Atau bahkan dari sisi investasi di industri pendukung EBT-nya, dan juga di sisi hilir yakni investasi di sisi green industry-nya yang juga diharapkan akan tumbuh," ujarnya.

Karenanya, Dadan menekankan bahwa setidaknya akan ada tiga jenis investasi yang dibidik pemerintahan melalui Perpres EBT. Diperkirakan sektor pembangkit EBT dalam jangka pendek akan tumbuh. 

Halaman Selanjutnya
img_title