Tetapkan UMP Sumut 2023 Naik 7,45%, Edy Rahmayadi Tegaskan Itu Opsi Tertinggi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
Sumber :
  • VIVA/B.S. Putra (Medan)

VIVA Bisnis – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan telah menetapkan opsi tertinggi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut tahun 2023. Opsi tersebut diajukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut hasil musyawarah dengan serikat buruh dan perusahaan yang ada di Sumut.

Dalam pembahasan UMP 2023, dilakukan Disnaker Sumut bersama kaum buruh dan perusahaan di Sumut dengan rumus merujuk dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Sumut. 

Sehingga diputuskan tiga opsi, yakni pertama kenaikan 6,58 persen, kedua kenaikan 7,01 persen dan ketiga kenaikan sebesar 7,45 persen. Namun, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengambil keputusan kenaikan tertinggi sebesar 7,45 persen atau naik sebesar Rp. 187.883,99.

Keputusan Gubernur soal UMP ini, mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2023. Dalam keputusan itu dijelaskan bahwa UMP 2022 Rp 2.522.609,94 naik menjadi Rp 2.710.493,93 pada tahun 2023.

"Sehingga kita putuskan yang terbaik, dari yang ada semua ini, yaitu 7,45 persen," sebut Gurbernur Edy kepada wartawan di Jalan TD Pardede, Kota Medan, Senin petang, 28 November 2022.

Ilustrasi uang tunai, gaji, upah, daya beli dan harta kekayaan.

Ilustrasi uang tunai, gaji, upah, daya beli dan harta kekayaan.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Gubernur Edy menjelaskan proses penetapan UMP Sumut tahun 2023 ini dilakukan dalam waktu sepekan belakangan ini. Ia mengklaim mengambil keputusan kenaikan UMP Sumut 2023 ini yang terbaik atau opsi tertinggi dari yang diajukan.

Halaman Selanjutnya
img_title