Tren Pariwisata Setelah Pandemi Berubah, Desa Wisata Diyakini Punya Potensi Cuan

Desa Wisata Hijau Bilebante
Desa Wisata Hijau Bilebante
Sumber :
  • VIVA/Trisya Frida

VIVA Bisnis – Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Martini Mohamad Paham menegaskan bahwa desa wisata tidak dapat berkembang tanpa kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, sejak awal 2022, Kemenparekraf gencar menjalankan Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang kini telah memasuki tahap ke-2 dan akan berlanjut hingga 2023.

“Yang tak kalah penting adalah penyiapan SDM yang memiliki standar kualitas pelayanan dan kapasitas bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya saat membuka Sosialisasi Sadar Wisata tahap ke-2 di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dikutip dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.

Desa wisata di Kampung Patimburak dan Kampung Ugar, Distrik Kokas, Fakfak.

Desa wisata di Kampung Patimburak dan Kampung Ugar, Distrik Kokas, Fakfak.

Photo :
  • Istimewa

Pembuka tahap kedua Kampanye Sadar Wisata 5.0 ditandai dengan kegiatan Sosialisasi di Destinasi Prioritas Pariwisata, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang meliputi empat desa wisata, yaitu Desa Sombano (Pulau Kaledupa), Desa Kahianga dan Kollo Soha (Pulau Tomia Timur), dan Desa Palahidu Barat (Pulau Binongko).

“Pelayanan prima merupakan salah satu elemen penting yang harus ditingkatkan untuk mendorong pengembangan desa wisata,” ujar Martini.

Pascapandemi COVID-19, diketahui terjadi pergeseran tren wisata berbasis experience dan alternative tourism. Dalam hal ini, desa wisata dianggap memiliki potensi yang sangat baik guna menjawab kebutuhan tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title