Kecewa UMK Cianjur Cuma Naik Rp 193 Ribu, Buruh: di Wilayah Lain Sudah Rp 3 Juta

penetapan upah minimum (ilustrasi)
penetapan upah minimum (ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA/Zabur Karuru

VIVA Bisnis – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, Jawa Barat, mengungkapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur tahun 2023 naik sebesar 7,16 persen atau Rp 193.414 dari semula Rp 2.669.814 menjadi Rp 2.893.299. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Januari 2023.

Ketua Aliansi Buruh Cianjur, Hendra Malik mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan keputusan Pemprov Jabar yang hanya menaikkan UMK Cianjur sebesar 7,16 persen, karena jauh dari tuntutan buruh sebesar 15 persen. Sebab, lanjut dia, ukuran layak hidup bagi buruh di wilayah lain sudah lebih dari Rp 3 juta.

"Tentunya sangat kecewa karena UMK di wilayah lain sudah di atas Rp 3 juta, sedangkan di Cianjur masih di bawah, sedangkan kebutuhan selama satu tahun terakhir terus naik," katanya dikutip dari Antara, Jumat 9 Desember 2022.

Sudah Tiga Tahun Tidak Naik, Sekalinya Naik...

ilustrasi gaji yang diterima

ilustrasi gaji yang diterima

Photo :
  • vstory

Kekecewaannya itu disebut cukup beralasan, karena kenaikan UMK baru dirasakan tahun 2023. “UMK Cianjur sudah tiga tahun tidak naik, sekalinya naik hanya 7,16 persen,” katanya.

Namun saat ini pihaknya akan fokus melakukan pengawasan agar UMK 2023 sudah diterapkan seluruh perusahaan yang ada di Cianjur, dengan harapan tidak ada yang mengajukan keberatan.

"Kita minta semua perusahaan dapat menjalankan putusan tersebut meski kami belum bisa menerima," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title