Menkeu Sesalkan Penyimpangan Subsidi

Agus Martowardojo
Agus Martowardojo
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Irianto

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku kecewa banyaknya penyelewengan dan tidak tepat sasarannya subsidi pada 2011 dan 2012. Adapun besaran subsidi pada 2011 dan 2012 berkisar Rp200 triliun.

"Dan 200 triliun itu angka yang besar sekali. Jadi, kita mesti jaga," kata Agus di Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011

Hal yang lebih membuat Menkeu kecewa ialah baru-baru ini ada laporan dari Dirjen Bea dan Cukai yang menyatakan ada tiga buah kapal yang menyelundupkan bahan bakar minyak bersubsidi ke luar negeri. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah Kemenkeu, karena jika dilihat dari sisi keuangan akan menjadi kurang efektif jika teralokasi untuk subsidi.

"Bayangkan kita hidup mensubsidi. Tidak tahunya ada penyelundupan, dibawa ke luar negeri, karena negara-negara tetangga harga BBM-nya jauh lebih mahal dibandingkan di Indonesia," ujar Agus.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pemerintah merencanakan untuk menaikkan tarif dasar listrik antara 10-15 persen pada 2012 dan menginginkan penurunan margin yang diterima PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari 8 persen menjadi 3 persen.

Menkeu menjelaskan subsidi listrik pada 2004 yang masih berada di kisaran Rp2 triliun, namun pada 2010 sudah Rp57 triliun. Dana ini akan lebih efektif jika digunakan untuk memperbaiki infrastruktur.

"Jadi, kita perlu ada kesepakatan untuk bisa mengkonversi subsidi listrik itu dari subsidi umum menjadi subsidi yang terarah. Semata-mata untuk kepentingan masyarakat luas," kata Agus.

Untuk itu, maka pemerintah mengusulkan untuk mencari sumber pemasukan dalam bentuk gas dengan mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 10.000 megawatt harus segera diselesaikan.

Upaya efisiensi juga harus segera dilaksanakan dan mendorong masyarakat berinovasi untuk menciptakan teknologi-teknologi penghematan listrik mulai dari lampu yang efisien, kendaraan atau alat-alat yang efisien, dan lain-lain. (art)