Dahlan Iskan, dari Reporter Hingga Menteri

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Dahlan Iskan sebagai Menteri Negara BUMN. Dahlan akan menggantikan Mustafa Abubakar yang kini masih sakit.

Dahlan lahir pada 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur. Karirnya di lingkungan pemerintah  dimulai sejak 23 Desember 2009, saat dia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara. Sejak itu, dia terlihat lebih dekat dengan lingkaran Istana.

Saat menjabat di PLN, banyak terobosan diambil, salah satunya pemasangan listrik besar-besaran yang dikemas dalam Sehari Satu Juta Sambungan. Bagi Dahlan, dalam sebuah catatannya, isu listrik sama saja dengan korupsi. Masalahnya di mana-mana. Antrean pemasangan baru berderet hingga 2,5 juta calon pelanggan. Ditambah lagi isu krisis listrik dan isu buruknya pelayanan PLN. "Semua ini menjadi nama negara jatuh, dan juga PLN," katanya dalam satu tulisan itu.

Selain jutaan sambungan baru, langkah penting yang menuai sukses besar, adalah penerapan sistem listrik prabayar dan penambahan daya gratis. Penerapan listrik prabayar merupakan salah satu langkah PLN melakukan efisiensi. Bagaimana tidak, dengan listrik prabayar ini, PLN tak memerlukan pertugas catat meter dan petugas tagih. Sementara itu, penambahan daya akan membuat beban subsidi listrik berkurang.

Dahlan pun pernah mencoba membuat kebijakan ekstrem dengan menetapkan Mei 2011, sebagai bulan tanpa surat perintah perjalanan dinas (SPD). Semua rapat yang biasa digelar di luar kota, ditiadakan. Cukup menggunakan telekonferensi. Asal tahu saja, dalam sebulan karyawan PLN melakukan perjalanan dinas bisa sampai 28.000 orang.

Lalu siapa sesungguhnya Dahlan Iskan ini? Sebelum di PLN, Dahlan merupakan Kepala Eksekutif Korporat (CEO) surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya.

Karir Dahlan dimulai sebagai calon reporter surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 1975. Setahun kemudian, ia menjadi wartawan Majalah Tempo.