Nielsen: Jejaring Sosial Turun, Pengguna Internet Naik

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Sumber :
  • myfrontporchswing.com

VIVAnews – Pengguna internet tanah air tumbuh melejit sepanjang tahun 2012. Anehnya, pengguna jejaring sosial justru mengalami penurunan.

Survei Nielsen yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu 6 Maret 2013 memperlihatkan, pengguna internet tanah air tercatat 30 persen, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 26 persen.  “Mereka menghabiskan waktu rata-rata dua jam per hari untuk bermain internet,” kata Managing Director Media Nielsen Indonesia  Irawati Pratignyo.

Penggunaan internet tertinggi masih untuk jejaring sosial dengan persentase 75,3, sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang 76,3 persen. Sedangkan penggunaan internet untuk mengunduh perangkat lunak atau dokumen meningkat menjadi 37,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 33 persen.

Mengenai lokasi mengakses internet, Nielsen mencatat terjadi pergeseran. Pada 2012, pengguna internet lebih banyak mengakses dari rumah (47 persen) dibandingkan dari warnet (28 persen). “Hanya dalam setahun, telah terjadi perubahan yang signifikan, di mana setahun lalu 41 persen pengguna internet masih mengaksesnya dari warnet dan hanya 23 persen yang mengakses dari rumah. Ini cukup unik,” ujar Irawati.

Seiring dengan meningkatnya akses internet dari rumah, penggunaan laptop sebagai perangkat untuk mengakses internet pun bertambah dari 20 persen menjadi 27 persen. Namun komputer dan ponsel masih menjadi perangkat akses utama, masing-masing sebesar 59 persen dan 56 persen. “Ini merupakan indikasi peningkatan kepemilikan laptop pribadi, sekaligus kebutuhan untuk memiliki akses internet pribadi,” ujarnya.

Kalah dominasi

Meski pertumbuhannya tinggi, masyarakat Indonesia masih suka nonton televisi dengan popularitas mencapai 94 persen. Pada 2012, acara pencarian bakat di televisi mencuri perhatian pemirsa sebagai genre program televisi yang paling banyak ditonton.  Acara ini bisa memperoleh rating 2,3 atau sekitar 1,2 juta orang yang berusia 5 tahun ke atas di 10 kota besar di Indonesia.  Jumlah yang sedikit lebih banyak daripada perolehan program hiburan komedi dan sinetron yang ditonton oleh 1 juta orang atau setara 2 poin rating.

Meski demikian, pemirsa masih menghabiskan 24 persen dari total jam menonton mereka selama setahun (sekitar 197 jam) untuk menonton sinetron. Jumlah yang relatif lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Acara hiburan, termasuk di dalamnya adalah acara pencarian bakat, komedi, musik, permainan, dan sebagainya memperoleh porsi jam menonton terbesar kedua dari pemirsa, yaitu sekitar 20 persen atau selama 168 jam selama setahun. (umi)