Saham Asia Cenderung Konsolidasi, Yen Tertekan

Papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Tokyo.
Papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Tokyo.
Sumber :
  • REUTERS/Yuya Shino

VIVAnews - Pelaku pasar saham Asia cenderung mengkonsolidasikan keuntungan menyusul prospek diperpanjangnya stimulus moneter di Amerika Serikat dan reformasi ekonomi riil di Cina pada transaksi Senin 18 November 2013.

Dikutip dari laman Reuters, indeks saham patokan Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis, setelah naik 1,3 persen pada perdagangan Jumat pekan lalu yang merupakan kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir. Pasar Australia cenderung stabil di awal perdagangan.

Sedangkan indeks saham utama Jepang, Nikkei N225 naik 0,8 persen, melanjutkan kenaikan pekan lalu. Nikkei Tokyo muncul di atas 15.000, untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir pada Jumat pekan lalu, ini juga merupakan kenaikan mingguan terbesar dalam empat tahun.

Ketua Federal Reserve Ben Bernanke pada acara "Komunikasi dan kebijakan moneter" mengatakan ini akan menjadi minggu penting bagi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sehari setelah Bank Sentral merilis pertemuan kebijakan moneter pada Oktober yang memberikan petunjuk kapan waktu untuk membeli aset kembali.

Pekan lalu, Ketua Fed, Janet Yellen, mengetahui adanya dugaan untuk tidak terburu-buru untuk ke puncak yang akan memperkuat spekulasi pasar. Langkah itu lebih mungkin terjadi pada Maret dibanding Desember.

"Jika pejabat Fed berfikir Desember bisa direalisasikan, beberapa petunjuk akan berefek dan membuat jalan dalam minggu ini," ujar Michelle Girard, Kepala Ekonom di RBS.

Girard percaya pasar lebih mungkin untuk bergerak pada Maret, karena pasar obligasi akan bergerak tipis pada Desember sehingga apabila menguat bisa mengambil risiko.

Angka harga barang konsumer dan penjualan ritel pada Rabu menunjukkan adanya tekanan dan pengeluaran pada September.

Spekulasi di atas waktu adanya stimulus telah menerjang pasar sejak Mei ketika Bernanke pertama kali mengusulkan program pembelian obligasi dalam jangka dekat.

Bank of Japan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan pada Selasa dan Rabu dan diperkirakan akan mempertahankan langkah-langkah pelonggaran moneternya.

Bank of Japan berharap beberapa bank sentral utama yang paling agresif dalam pembelian aset mempertimbangkan tekanan Yen dalam prosesnya. (eh)