Prospek Cerah Bisnis Toko Bunga

Hidayat Maulana.
Sumber :
  • VIVAnews/Arie Dwibudiawati.

VIVAnews – Hidayat Maulana, tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang florist. Namun, keputusan meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan perusahaan bagian pemasaran internet tidak disesalinya. Hidayat justru berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari bisnis toko bunga.
 
Kepada VIVAnews, Jumat, 20 Desember 2013, Hidayat menuturkan bahwa sebelumnya ia tidak ada pengetahuan mendasar tentang bunga, baik ragam maupun penjualan. Namun, dia memutuskan untuk mulai mempelajari bisnis ini pada 2009 melalui orang yang sudah berpengalaman.

"Saat itu, saya menerima order, lalu memberikannya kepada perajin. Saya dapat komisi," ujar Hidayat di kediamannya, Rawabelong, Jakarta.
 
Hidayat mengaku tidak pernah berpikir bisa terjun dalam bisnis ini. Setelah mencicipi bisnis ini dan melihat prospek yang cukup cerah, akhirnya pria kelahiran Bukittinggi ini berani membuka toko bunga pada 2011.

img_title Sejumlah Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Begini Kata Ahli Geologi

Toko Bunga Cantik yang dikelola Hidayat membutuhkan Rp5 juta untuk modal awal. "Waktu itu, saya dapat 29 pesanan bunga sekitar Desember 2010 hingga Januari 2011," kata dia.
 
Bisnis bunga, menurut Hidayat, memang menggiurkan. Karena sifatnya yang selalu "hidup". Setiap upacara terkait fase kehidupan manusia memerlukan bunga, mulai dari kelahiran hingga kematian.

"Waktu ada bayi lahir, ada bunga sebagai ucapan selamat kelahiran. Ada bunga selamat ulang tahun. Bunga saat wisuda. Bunga saat pernikahan. Bahkan, saat meninggal pun diberi bunga," kata dia.
 
Kini, Toko Bunga Cantik itu mempekerjakan 19 orang karyawan dengan spesifikasi antara lain kurir, tukang bunga, karyawan administrasi, customer service, dan marketing.
 
Usaha yang dikelola Hidayat ini mendapat pasokan bunga dari berbagai tempat. Antara lain Cipanas, Lembang, Bandung, dan Malang. Bahkan, untuk bunga tulip, pasokannya didatangkan dari Belanda. 
 
Bisnis ini meliputi penjualan karangan bunga, hand bouquet, dan bunga meja. Bunganya pun bervariasi. Mulai dari bunga lokal seperti mawar, matahari, gerbera, hingga bunga impor seperti  lili dan mawar hitam.

Soal harga, ia membanderol satu papan karangan bunga hingga Rp5 juta. Untuk serangkaian bunga meja harganya paling murah Rp250 ribu, terdiri atas 10-20 batang tangkai bunga. Namun, jika rangkaian bunga impor, harganya bisa mencapai Rp1-3 juta.

"Bunga yang paling banyak diminati itu bunga krisan, lili, gerbera, tulip, matahari, dan mawar," kata dia.
 
Namun, lulusan D-3 akuntansi pajak ini enggan membeberkan omzet bisnisnya itu. “Yang jelas, cukup untuk jalan-jalan keluar negeri dan menghidupi tiga orang anak,” kata Hidayat.
 
Hidayat menyebutkan, pesanan bunga dari pembeli itu bervariasi, seperti karangan bunga untuk ucapan pelantikan pejabat dan peresmian kantor baru. Sementara itu, bunga meja untuk keperluan pernikahan, ucapan selamat ulang tahun, dan perkawinan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut