Wanita Berjilbab Dibunuh, Unjuk Rasa Meledak

VIVAnews - Pembunuhan Marwa el-Sherbini di Jerman memicu kemarahan di kalangan umat Muslim mengingat kasus itu merupakan peristiwa yang brutal dan penuh kebencian. Menurut para saksi, perempuan yang tengah hamil itu ditusuk berkali-kali hingga tewas di suatu ruang sidang pengadilan di Kota Dresden, yang saat itu terdapat cukup banyak orang.

Peristiwa itu sudah terjadi empat bulan lalu, tepatnya pada bulan Juli. Pembunuhan itu dilakukan oleh seorang pria bernama Alex Wiens, yang tampaknya memendam kebencian kepada kaum Muslim terkait dengan penampilan Marwa, yang saat itu mengenakan jilbab dan jubah yang menutupi seluruh auratnya.

Menurut majalah Time, kasus itu tak pelak mengundang kemarahan umat Muslim di penjuru dunia. Di Mesir, ribuan orang berdemonstrasi. Begitu pula di Iran dan sejumlah negara Islam. Mereka menyesalkan munculnya Islamophobia dan adanya diskriminasi ras di Jerman.

Buktinya, insiden yang sudah terjadi empat bulan itu kurang mendapat perhatian di kalangan media Jerman, hingga akhirnya kasus itu diadili pada awal pekan ini. Maka, bersama empat juta komunitas Muslim di Jerman, umat Islam di banyak negara mulai menaruh perhatian atas serius tidaknya pihak berwenang Jerman dalam mengadili pelaku penusukan atas Marwa.

Sidang pengadilan dimulai pada Senin lalu, 26 Oktober 2009, di gedung pengadilan Kota Dresden. Di gedung ini pulalah Marwa ditusuk secara keji.

Di Mesir, perempuan berusia 32 tahun itu disebut kalangan media sebagai "Syahidah Berjilbab." "Masyarakat berharap agar keadilan bisa ditegakkan dengan cepat," kata Duta Besar Mesir untuk Jerman, Ramzy Ezzelsin, kepada stasiun televisi al-Jazeera.     

Wiens dijadikan terdakwa karena pada Juli lalu, di gedung pengadilan yang sama, dia menusuk Marwa. Sidang yang berlangsung pada saat itu menghadirkan Marwa yang mengajukan tuntutan kepada Weins karena dia pernah menghina jilbab yang dia kenakan.

Bersama suaminya, Marwa saat itu menuntut Wiens karena dia menyebut Marwa sebagai seorang teroris dan pelacur yang mengenakan jilbab.

Senin lalu, suami Marwa, Elwy Okaz, bersaksi melawan Wiens. Dia mengungkapkan bagaimana dia menusuk istrinya berulang kali (disebut sebanyak 18 kali) dengan sebilah pisau dapur.

Saat Okaz mencoba melindungi istrinya, dia juga ditusuk dan berulang kali dilukai oleh Wiens. Selama keributan itu, petugas di ruang pengadilan juga menembak Okaz di kaki, dia justru tidak menembak penyerangnya, yakni Wiens.

Serangan Wiens menimbulkan gelombang protes anti-Jerman di dunia muslim. Media menyebut El-Sherbini sebagai “Syahidah Berjilbab”.