Partai Komunis China Ingin Hapus Batas Jabatan Presiden

Presiden China Xi Jinping
Sumber :
  • REUTERS/Lintao Zhang/Pool

VIVA – Partai Komunis China mengajukan proposal baru yang meminta agar batas waktu jabatan presiden dihapuskan. Jika disetujui, Presiden China Xi Jinping bisa menjabat sebagai kepala negara melewati masa akhir jabatannya, yaitu pada 2023.

img_title Xpeng X9 Hantam Pohon dan Tiang Sampai Rusak Parah, Airbag Tak Mengembang

Pengumuman yang dipublikasikan oleh kantor berita Xinhua, memberikan beberapa rincian. Disebutkan bahwa proposal itu dibuat oleh Komite Sentral partai, yang saat ini menjadi badan elite paling berkuasa di China. Usulan tersebut juga mencakup posisi wakil presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Komite Sentral Partai Komunis China mengusulkan untuk menghapus peraturan bahwa Presiden dan Wakil Presiden Republik Rakyat China akan menjabat tidak lebih dari dua periode berturut-turut dari Konstitusi Negara," tulis Xinhua, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 26 Februari 2018.

img_title China dan Rusia Kompak Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

Presiden Xi yang saat ini berusia 64 tahun, diharuskan oleh negara untuk mengundurkan diri sebagai presiden, setelah menjalani jabatan presiden selama dua periode. Jelang akhir masa jabatan pertamanya, Xi akan kembali terpilih untuk kedua kalinya dalam pertemuan parlemen tahunan pada 5 Maret mendatang.

Pada dasarnya tidak ada batasan pada masa jabatannya sebagai pemimpin partai dan kepala militer, meskipun masa jabatan maksimum 10 tahun telah menjadi sebuah norma. Xi memulai masa jabatan keduanya sebagai pemimpin partai dan militer pada Oktober lalu, di akhir kongres partai lima tahunan.

img_title Senjakala Produsen Mobil Eropa, Volkswagen akan Pangkas Lagi 12.000 Pekerja

Muncul spekulasi yang terus berlanjut bahwa Xi ingin tetap menjabat lebih dari masa jabatan lima tahun yang sudah ditetapkan.

Bendera China.

Bangladesh Gandeng Operator Pelabuhan Global, Strategi China Kuasai Jalur Laut Terhambat?

Keterlibatan operator pelabuhan global dalam modernisasi pelabuhan di Bangladesh menjadi hambatan bagi rencana China memperluas kepentingan strategisnya di Teluk Benggala

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut