Permukiman dan Masjid Rohingya Dibuldoser, Ganti Pos Polisi

Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh
Sumber :
  • REUTERS/Andrew RC Marshall

VIVA – Militer Myanmar membangun basis militer di wilayah Rakhine, bekas tempat tinggal dan lokasi masjid milik warga etnis Rohingya. Seperti diketahui, kekerasan yang terjadi Agustus 2017 lalu membuat ratusan ribu warga Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

img_title Awali Ramadhan di Kamp Rohingya, Mesut Oezil Dorong Dunia Bersatu Bantu Pengungsi

Menurut laporan Amnesty International, berdasarkan pantauan gambar citra satelit terbaru, sisa-sisa bangunan di sebuah desa Rohingya dan beberapa bangunan yang sebelumya tidak rusak juga telah dibuldoser oleh otoritas Myanmar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apa yang kita lihat di negara bagian Rakhine adalah perampasan tanah oleh militer dalam skala dramatis. Basis militer baru sedang dibangun untuk menampung pasukan keamanan yang sama yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Rohingya," kata Direktur Respons Krisis Amnesty, Tirana Hassan.

img_title Ingin Tangkap Pemimpin Militer Myanmar, ICC: Rohingya Tidak Pernah Dilupakan

Dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Reuters, Amnesty juga menuliskan, sedikitnya empat masjid yang sebelumnya tidak hancur akibat kebakaran, kini telah dihancurkan dan sisa-sisa bangunannya dibuang.

Di salah satu desa warga Rohingya, citra satelit menunjukkan bangunan pos-pos polisi perbatasan baru dibangun di sebelah tempat masjid yang sebelumnya dibongkar.

img_title Setelah Israel-Hamas, ICC Buru Pimpinan Militer Myanmar yang Lakukan Kejahatan Pada Muslim Rohingya

Juru bicara pemerintahan Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar belum memberikan komentar tentang laporan Amnesty tersebut. Namun beberapa pejabat pemerintah mengatakan, desa-desa tersebut sengaja dibuldoser untuk membangun tempat tinggal baru bagi pengungsi Rohingya yang akan kembali ke Myanmar setelah disepakati adanya repatriasi. (mus)

Pengungsi Rohingya.

Bangladesh Labrak Myanmar soal Rohingya

Bangladesh memprotes tindakan Myanmar yang melabeli etnis Rohingya sebagai “orang Bengali”, kelompok etnis utama di negara tersebut. Ternyata begini ceritanya.

img_title
VIVA.co.id
19 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut