PBB Kecam Serangan terhadap Muslim di Sri Lanka

Masjid dirusak di Sri Lanka, militer berjaga
Sumber :
  • REUTERS/Dinuka Liyanawatte

VIVA – PBB mengutuk serangkaian serangan anti-Muslim yang terjadi di Sri Lanka, termasuk adanya pembakaran masjid dan tempat usaha milik warga Muslim.

img_title Polda NTT Gagalkan Penyelundupan WN India dan Sri Lanka ke Australia, Begini Kronologinya

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman mengatakan kepada pemerintah Sri Lanka bahwa orang-orang di balik kekerasan harus diseret ke pengadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama kunjungannya bertemu dengan para pemimpin Muslim setempat, ia mendesak pelaksanaan komitmen pemerintah secara cepat dan penuh untuk membawa pelaku kekerasan ke pengadilan dan mengambil tindakan untuk mencegah hal serupa terulang dan menerapkan aturan yang tidak diskriminatif terhadap hukum.

img_title Kadin Indonesia Dorong Peningkatan Kerja Sama Perdagangan hingga Investasi dengan Sri Lanka

Dilansir dari Al Jazeera, serangan kekerasan terhadap umat Islam terjadi di distrik pusat Kandy selama seminggu terakhir. Kekerasan dipicu oleh kematian seorang warga Buddha Sinhala, setelah dipukuli oleh sekelompok pria Muslim, karena perselisihan lalu lintas.

Kekerasan ini menyebabkan setidaknya dua orang tewas, termasuk perusakan terhadap masjid, puluhan rumah, dan tempat usaha. Puluhan orang juga terluka dalam kerusuhan tersebut.

img_title Anak Mantan Presiden Sri Lanka Tersandung Kasus Korupsi, Langsung Ditahan

Pihak berwenang telah menyatakan keadaan darurat dan memberlakukan jam malam dalam upaya mengurangi kekerasan. Namun, Muslim Sri Lanka khawatir serangan tersebut masih akan berlanjut.

Momen Mantan Ibu Negara Srilanka, Shiranthi Rajapaksa (mata diperban) ditangkap

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Diduga Salahgunakan Dana Amal Rp541 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sri Lanka menangkap mantan ibu negara., Shiranthi Rajapaksa Rabu (7/10/2026) menyusul dengan penyalahgunaan dana untuk RS

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut