Korsel Rencanakan KTT Tiga Arah dengan Korut dan AS

Presiden Donald Trump dan Presiden Korsel, Moon Jae-in, di Gedung Putih.
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

VIVA – Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Tiga Arah dengan Korea Utara dan Amerika Serikat, sangat mungkin dilakukan. Yang mana, perundingan tersebut harus bertujuan mengakhiri ancaman nuklir di semenanjung Korea.

img_title Serangan Siber Lumpuhkan Internet Korea Utara, Lebih dari 40 Situs Pemerintah Tak Bisa Diakses

Moon merencanakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bulan depan, setelah melakukan serangkaian aktivitas diplomatik di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump juga mengatakan akan bertemu dengan Kim pada akhir Mei 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"KTT Korea Utara-AS, akan menjadi peristiwa bersejarah setelah KTT antara Korea. Tergantung lokasinya, itu bisa lebih dramatis dan tergantung pada komunikasi lanjut. Hal itu dapat mengarah pada pertemuan puncak tiga arah antara Korsel, Korut, dan AS," kata Moon dikutip dari Reuters, Rabu 21 Maret 2018.

img_title Ramai! Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal akibat Pendarahan Otak

Pejabat di Seoul, sedang mempertimbangkan lokasi di desa perbatasan Panmunjon, sebagai tempat pertemuan Moon dan Kim. Moon menegaskan, rangkaian pertemuan puncak harus bertujuan untuk mengakhiri masalah nuklir dan mencapai perdamaian di semenanjung Korea.

Tujuan dan visi KTT tersebut adalah untuk menyepakati perdamaian abadi menggantikan gencatan senjata yang ditandatangani pada akhir Perang Korea tahun 1950-1953.

img_title Jembatan Baru China-Korut Dibuka, Persaingan Pengaruh dengan Rusia Jadi Sorotan

Hal ini juga termasuk dalam proses normalisasi hubungan Korea Utara dan AS, pengembangan hubungan antara Korea, dan kerja sama ekonomi yang melibatkan Pyongyang dan Washington DC.

VIVA Militer: Patroli militer Korea Selatan di Zona Demarkasi Militer (DMZ)

Ketegangan Memanas, Artileri Korea Utara Terlihat di Dekat Perbatasan

Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan meningkat pekan ini setelah Pyongyang mengirim surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut