Suhu Panas Ekstrem 'Serang' Eropa, Tembus 40 Derajat Celcius

Suhu panas dengan temperatur tinggi di Madrid, Spanyol
Sumber :
  • REUTERS/Susana Vera

VIVA – Suhu udara panas ekstrem melanda berbagai negara di dunia. Di Spanyol, suhu udara telah melewati angka 40 derajat Celcius. Pemerintah Spanyol lalu mengimbau penduduk lokal maupun wisatawan untuk menjaga kesehatan.

img_title Ngeri! Panas Ekstrem di Eropa Menelan 50 Ribu Korban Jiwa, Angka Kematian Lampaui Rekor 2022

Badan meteorologi Spanyol, Aemet menyatakan, suhu panas akan terjadi sepanjang minggu ini karena sejumlah besar udara panas bergerak naik dari Afrika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Suhu udara ini akan sangat intens dan berlangsung lama di barat daya, daerah pusat dan lembah Ebro, dengan suhu melewati 40 derajat Celcius," kata pihak Aemet dalam sebuah pernyataan seperti dikutip The Guardian.

img_title Demo Besar Guncang Prancis hingga Belgia, WNI Diingatkan Tak Ikut-ikutan Turun ke Jalan

Wilayah Madrid telah diberi peringatan oranye seperti provinsi terdekat Toledo, wilayah Extremadura dan bagian dari Andalucía barat termasuk Provinsi Sevilla dan Córdoba.

Pihak Aemet menambahkan, suhu panas bisa meningkat sampai 44 derajat Celcius pada Kamis dan Jumat pekan ini di beberapa daerah selatan dan tengah.

img_title Pemukim Israel Bertopeng Disebut Serang Diplomat Eropa Saat Memanen Zaitun

Kementerian Kesehatan Spanyol telah memperingatkan warganya untuk banyak mengonsumsi air putih, mengurangi alkohol dan kafein dan mengawasi anggota keluarga yang rentan seperti anak-anak dan orang lanjut usia.

Sementara di Inggris, badan meterologi Met menyebutkan bahwa temperatur "luar biasa" di Eropa dapat melampaui rekor yang akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah memperingatkan kepada wisatawan yang menuju ke wilayah selatan untuk mempersiapkan diri dengan hawa panas yang ekstrem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Panas yang luar biasa di atas semenanjung Iberia dapat menimbulkan konsekuensi serius pada warga, sistem transportasi dan wisatawan yang tidak terbiasa dengan panas itu. Tentu saja penduduk setempat juga tidak akan terbiasa dengan suhu ekstrem ini," kata Aidan McGivern dari Met Office. (ren)


 

Presiden Rusia Vladimir Putin

Putin Bantah Tuduhan Rusia di Balik Sejumlah Demo di Negara Eropa

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa Moskow memprovokasi dan di balik gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara-negara Eropa

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut