ASEAN 51 Tahun, Sering Dianggap Lambat Namun Ternyata Efektif

HUT ASEAN 51 tahun 2018
HUT ASEAN 51 tahun 2018
Sumber :
  • VIVA/Dinia Adrianjara

VIVA – Memasuki usianya yang ke-51 tahun, Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN menciptakan ekosistem damai, stabil dan makmur di kawasan Asia Tenggara. Namun berbagai tantangan dari faktor eksternal maupun internal masih perlu dihadapi oleh negara-negara anggota.

Anindya Bakrie Meets Minister Marsudi Ahead of 2023 APEC Summit

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, hari ulang tahun ASEAN yang diperingati setiap tanggal 8 Agustus menjadi momen untuk merenungkan sejauh mana dan ke mana ASEAN akan melangkah selanjutnya.

Retno mengatakan, secara eksternal, tantangan yang dihadapi negara-negara anggota adalah bagaimana menjaga ASEAN tetap relevan seiring dengan perubahan lingkungan. Sementara secara internal yaitu bagaimana mengupayakan manfaat ASEAN agar dapat dirasakan untuk masyarakat baik secara ekonomi, politik dan sosial. 

Jokowi: China Harus Jaga Perdamaian dan Stabilitas di Indo-Pasifik

"ASEAN telah melalui jalan panjang. Organisasi ini telah mengubah Asia Tenggara dari wilayah yang berseteru menjadi saling bersahabat, dari kantong kemiskinan menjadi wilayah yang penuh kesempatan dan dari zona yang tidak stabil menjadi wilayah dengan ekosistem damai, stabil dan makmur," kata Retno di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selain itu, Retno melanjutkan, ASEAN kerap menerima kritikan karena dianggap lambat bahkan gagal menanggapi tantangan di regional dan global yang cepat berubah. 

Profil Pahala Nugraha Mansury, Mantan Wamen BUMN yang Kini Dilantik Jadi Wamenlu

"Suka atau tidak ASEAN harus selalu berada di pusat pergeseran strategis termasuk dalam diskusi kerja sama Indo-Pasifik," ungkapnya. 

Sentralitas ASEAN juga menjadi poin penting yang harus terus menerus dipelihara. Untuk mempertahankan sentralitas ASEAN, kesatuan menjadi kunci utama.

Halaman Selanjutnya
img_title