Bombardir Yaman, PBB Sinyalir Saudi Lakukan Kejahatan Perang

Kondisi Sanaa, Yaman usai digempur serangan udara.
Sumber :
  • REUTERS/Khaled Abdullah

VIVA – Serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi dan negara Arab koalisinya serta didukung Barat menyebabkan kerugian yang amat besar. Gempuran itu menghancurkan banyak fasilitas umum seperti pasar bahkan acara-acara pernikahan dan perahu-perahu nelayan.

img_title Militer Yaman Hantam Houthi, 307 Petempur Dilumpuhkan dalam 24 Jam, Puluhan Kendaraan Hancur

Hal ini menurut Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bisa mengarah pada kejahatan perang sebagaimana dilansir Reuters, Selasa 28 Agustus 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum lama ini, Saudi dibantu Barat dan negara koalisi Arab Muslim Sunni mencoba mengembalikan pengakuan terhadap Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

Ketegangan Arab Saudi dengan kelompok Hutsi juga masih terjadi. Para pejuang Hutsi juga lebih awal sempat menembakkan rudal ke Arab Saudi untuk memblokade pasokan kebutuhan untuk kelompok Taiz.

Sementara itu, PBB menilai bahwa upaya koalisi Arab Saudi yang memperketat pengiriman melalui pelabuhan Laut Merah dan Bandara Sanaa juga menyebabkan pasokan kebutuhan bagi masyarakat Yaman menjadi terbatas. Hal ini juga bisa menjadi pasal di Dewan HAM PBB.

img_title Dubes Yaman Tegaskan Konflik Bukan dengan Arab Saudi, Melainkan Houthi

"Serangan udara ini telah menyebabkan dan mendokumentasikan besarnya penderitaan rakyat sipil. Dalam tiga tahun terakhir, serangan sejenis menghancurkan pasar, acara pernikahan, pekuburan, penjara, kapal dan perahu nelayan bahkan fasilitas-fasilitas medis," disebutkan dalam panel di PBB.

Pasukan Houthi Yaman

Yaman Usut Dugaan Houthi Gunakan Proyektil Mengandung Zat Beracun di Taiz

Yaman sedang menyelidiki laporan yang menyebutkan Houthi menggunakan proyektil yang diduga mengandung zat beracun di Provinsi Taiz hingga mengakibatkan keracunan

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut