Jenderal-jenderalnya Disebut Genosida Rohingya, Myanmar Menolak

Para pengungsi Rohingya di Bangladesh
Sumber :
  • REUTERS/Cathal McNaughton/File Photo

VIVA – Pemerintah Myanmar menolak temuan penyelidikan dari tim Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB yang menyebut militer Myanmar telah melakukan kejahatan genosida terhadap etnis minoritas Rohingya.

img_title Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: 2 Laga Digelar, Timnas Indonesia Kapan Main?

"Kami tidak mengizinkan FFM (Misi Pencarian Fakta PBB) untuk masuk ke Myanmar, itu sebabnya kami tidak setuju dan tidak menerima resolusi yang dibuat oleh Dewan Hak Asasi Manusia," kata juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay menurut surat kabar Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan penyelidik PBB menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk merujuk situasi Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag atau untuk membuat gugatan ke pengadilan pidana internasional adhoc.

img_title Kabur dari Rutan Lampung Sejak 2024, Napi Narkoba Encek Ditangkap di Perbatasan Myanmar-Thailand

Tim pencarian fakta yang didukung PBB mengatakan bahwa jenderal-jenderal militer Myanmar termasuk Panglima Tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing harus diselidiki dan dituntut atas genosida di bagian utara Negara Bagian Rakhine.

Dilansir dari Straits Times, kejahatan disebutkan terungkap setelah penyelidikan panjang termasuk pembunuhan, penghilangan paksa, penyiksaan dan kekerasan seksual yang dilakukan dalam skala besar.

img_title Rusia Mau Bangun PLTN di Tetangga Indonesia

Sekitar 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari utara negara bagian Rakhine ke Bangladesh setelah Myanmar melancarkan tindakan brutal pada Agustus tahun lalu pada gerilyawan di tengah-tengah laporan pembakaran, pembunuhan dan perkosaan di tangan tentara dan gerombolan perusuh di negara yang sebagian besar beragama Buddha tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa negara termasuk Amerika Serikat menyerukan kepada agar pemimpin militer Myanmar yang dituduh mendalangi represi terhadap minoritas Rohingya di negara itu untuk diseret ke Mahkamah Internasional. 

"Fakta-fakta pembersihan etnis Rohingya harus diberi perhatian dan mereka harus didengar," kata Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley.

PM Thailand Anutin Charnvirakul

Thailand Tutup Perbatasan dengan Myanmar Selama 7 Hari, Situasi Makin Memanas!

Thailand menutup jalur perbatasan tidak resmi dengan Myanmar selama tujuh hari setelah serangan drone dan bentrokan memicu ketegangan di wilayah perbatasan.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut