Polemik Pembebasan Ba'asyir, Australia Minta RI Tunjukkan Rasa Hormat

Presiden Jokowi dan PM Australia, Scott Morrison, saat bertemu 14 November 2018 lalu.
Sumber :
  • Kemlu RI

VIVA – Perdana Menteri Australia Scott Morrison angkat bicara soal rencana pembebasan terpidana Bom Bali 2002, Abu Bakar Ba'asyir. Morrison mendesak Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan rasa hormatnya kepada Australia atas rencana tersebut.

img_title Pernah Ingin Bela Australia, Mathew Baker Kini Mantap Pilih Timnas Indonesia

Dia mengingatkan Jokowi atas tragedi teror bom Bali pada 2002. Saat itu, korban meninggal dunia tembus 202 jiwa yang 88 diantaranya warga Australia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Warga Australia meninggal secara mengerikan pada malam itu. Saya pikir semua warga Australia akan mengharapkan bahwa masalah ini ditangani dengan sangat serius oleh pemerintah kami, dan kami melakukannya," kata Morrison kepada wartawan, seperti dilansir The Guardian, Selasa 22 Januari 2019.

img_title Mengenal Ghost Shark, Persenjataan Baru Bawah Air Australia

Dalam kasus Abu Bakar Ba'asyir ini, pemerintah Australia sudah keberatan dengan keringanan hukum bagi pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu.

"Tetapi juga bahwa pemerintah Indonesia mau menunjukkan rasa hormatnya kepada Australia mengenai cara mereka mengelola isu ini," ujar Morrision.

img_title Tolak Panggilan Australia, Mathew Baker Ungkap Kebanggaan Membela Timnas Indonesia

Kemudian, dia menekankan, pemerintah Australia ingin Abu Bakar menjalani hukuman yang sesuai.

"Kami secara konsisten, antara pemerintah kedua negara dalam waktu yang panjang, mengungkapkan kekhawatiran tentang Abu Bakar Ba'asyir. Dia harus menjalankan hukumannya sesuai sistem peradilan Indonesia," ujar Morrison.

PM berusia 50 tahun itu mengatakan tak jarang bagi tahanan yang telah menjalani dua pertiga dari hukuman penjara di Indonesia untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi kami telah sangat jelas mengatakan perlunya memastikan bahwa sebagai bagian dari upaya kontra-terorisme," ujarnya.

"Jangan lupa bahwa Bom Bali menyebabkan kematian orang Indonesia juga," tegasnya. (ren)

(FOTO ILUSTRASI) Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Australia Kirim Tawaran Khusus untuk Indonesia di Tengah Karhutla, Ini Kata Menko Dudung

Sejumlah negara sahabat mulai menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ada Malaysia, Singapura, hingga Australia.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut